Taliban yang baru menguasai Afghanistan menjalin hubungan mesra dengan China. Taliban menyambut niat baik China untuk membangun kembali Afghanistan yang hancur karena perang.
Juru bicara Taliban Suhail Shaheen memuji China memainkan peran konstruktif dalam mempromosikan perdamaian dan rekonsiliasi di Afghanistan.
Dilansir Reuters, Sabtu (21/8/2021), China lebih bisa diterima oleh Taliban karena dia tidak ikut berperang di Afghanistan, tidak seperti Rusia dan Amerika Serikat.
"China adalah negara besar dengan ekonomi dan memiliki kapasitas yang besar - saya pikir mereka dapat memainkan peran yang sangat besar dalam pembangunan kembali, rehabilitasi, rekonstruksi Afghanistan," kata Shaheen kepada media China, CGTN.
Sementara itu, Menlu China Wang Yi yang telah bertemu dengan delegasi Taliban bulan lalu, berharap Afghanistan dapat mengadopsi kebijakan Islam moderat.
China sejak lama memandang penerapan agama secara ekstrem menyebabkan destabilisasi di wilayah barat Xinjiang. China juga khawatir wilayah yang dikuasai Taliban digunakan untuk menampung pasukan separatis.
Namun, China kini memuji gerilyawan Taliban yang baru saja mengambil alih kekuasaan di Afghanistan memiliki sikap yang lebih santun dan rasional.
"Banyak media yang percaya bahwa Taliban lebih santun dan rasional dibandingkan sebelumnya dan China mendorong serta berharap Taliban segera mengimplementasikan pandangan positif ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China (MFA) Hua Chunying.
Hua yakin bahwa tidak ada satupun di dunia ini yang tidak berubah, terutama sikap Taliban. Dia lebih suka memandang masa kini ketimbang masa lalu.
Namun, ribuan warga Afghanistan nyatanya melarikan diri dari negara tersebut setelah Taliban mengambil alih. Mereka takut Taliban memberlakukan keras hukum Islam yang pernah diterapkan Taliban dulu sebelum digulingkan AS.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: