Warga Afghanistan berebut mencoba naik di pesawat AS (Twitter)
Tiga orang warga Afghanistan dilaporkan tewas mengenaskan karena jatuh dari pesawat terbang milik Amerika Serikat yang lepas landas dari bandara Kabul.
Tiga orang tersebut diduga tidak mendapat tempat lagi di dalam pesawat sehingga nekat bergelantungan di dekat roda pesawat. Karena tak sanggup menahan kencangnya terpaan angin di ketinggian, ketiganya pun terjatuh.
Peristiwa mengerikan ini terekam dalam video yang viral di media sosial. Para penumpang ilegal itu jatuh dari ketinggian dan tampak seperti titik-titik.
“Tiga warga Kabul yang mencoba meninggalkan negara itu dengan bersembunyi di samping ban atau sayap pesawat Amerika, jatuh di atap penduduk setempat. Mereka kehilangan nyawa karena kondisi yang mengerikan di Kabul,” tulis Tariq Majidi, jurnalis TOLO News di akun Twitternya, dikutip Selasa (17/8/2021).
Three Kabul residents who were trying to leave the country by hiding next to the tire or wing of an American plane, fell on the rooftop of local people. They lost their lives due to the terrible conditions in Kabul. pic.twitter.com/Cj7xXE4vbx
— Tariq Majidi (@TariqMajidi) August 16, 2021
Bandara Kabul memang kacau dalam beberapa hari terakhir. Massa mencoba menghadang pesawat AS yang membawa warga negara mereka untuk dievakuasi dari Afghanistan yang situasinya tak menentu usai dikuasai Taliban.
Sekitar lima orang tewas di bandara yang dipadati oleh warga yang ingin meninggalkan Kabul. Belum diketahui pasti apakah mereka meninggal karena tembakan atau karena diinjak-injak.
Very true. Look at the wheel at the front of the plane. pic.twitter.com/56Y2igZIpc
— Zeka Richards (@richardszeka) August 16, 2021
Warga, termasuk wanita dan anak-anak berupaya memanjat tembok dan menerobos kawat berduri di bandara setelah Taliban menguasai istana presiden dan Presiden Ashraf Ghani melarikan diri.
Pasukan AS sampai harus melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk mencegah warga menghalangi laju pesawat yang hendak lepas landas. Namun, ada warga yang tetap nekat naik dan bergelantungan di sayap dan roda pesawat.
#kabulairport #KabulHasFallen #Afganistan #UnitedNations #UNSC @UN @UNHumanRights #Afghan_lives_matter pic.twitter.com/mlREjNo6FO
— Omid (????) (@imomid7) August 16, 2021
"Kerumunan itu di luar kendali. Penembakan itu hanya dilakukan untuk meredakan kekacauan," kata seorang pejabat kepada Reuters.
Diberitakan sebelumnya, sikap Ghani yang melarikan diri dari negaranya menandai akhir kampanye dua dekade di mana AS dan sekutunya mencoba untuk mengubah Afghanistan.
??????? ?????? ?? ????? ????? ????. ???? ?? ?????? ???????. ???? ???? ?????? ???? ????.#Afghanistan #AfghanistanBurning #KabulHasFallen pic.twitter.com/xNGAsf3dbe
— Mukhtar wafayee (@Mukhtarwafayee) August 16, 2021
Pasukan keamanan negara yang dilatih Barat juga melarikan diri menjelang rencana penarikan pasukan Amerika terakhir pada akhir bulan. Pasukan NATO juga menarik diri dari Afghanistan.
Seorang warga bernama Shafi Arifi, yang memiliki tiket untuk melakukan perjalanan ke Uzbekistan pada hari Minggu, tidak dapat naik ke pesawatnya karena penuh dengan orang-orang yang berlari melintasi landasan. Tidak ada polisi ataupun staf bandara yang terlihat.
“Tidak ada ruang bagi kami untuk berdiri. Anak-anak menangis, wanita berteriak, pria muda dan tua sangat marah dan kesal, tidak ada yang bisa mendengar satu sama lain. Tidak ada oksigen untuk bernapas," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: