Warga Afghanistan berebut naik pesawat AS demi kabur dari negaranya. (instagram)
Sedikitnya lima warga Afghanistan terjatuh dari pesawat Angkatan Udara Amerika Serikat saat mencoba kabur setelah negara mereka dikuasai oleh kelompok Taliban, Senin (16/8/2021).
Dalam video yang beredar di media sosial, tampak ratusan atau bahkan ribuan warga berlari-lari mengikuti pesawat US Air Force yang hendak lepas landas.
Mereka saling berebut bergelantungan di sisi bawah sayap pesawat tersebut demi menyelamatkan diri.
Namun nahas, lima orang di antara mereka tewas terjatuh dari ketinggian.
Sejauh ini belum diketahui identitas warga yang terjatuh tersebut.
Sementara itu, di Bandara Kabul, setidaknya tujuh orang tewas akibat kekacauan yang terjadi.
Exclusive- A clear video (from other angle) of men falling from C-17. They were Clinging to some parts of the plane that took off from Kabul airport today. #Talibans #Afghanistan #Afghanishtan pic.twitter.com/CMNW5ngqrK
— A?vaka - ?????? News Agency (@AsvakaNews) August 16, 2021
Seperti diketahui, Taliban menguasai Kabul pada hari Minggu (15/8/2021) setelah Presiden Ashraf Ghani melarikan diri.
Sikap Ghani menandai akhir kampanye dua dekade di mana AS dan sekutunya mencoba untuk mengubah Afghanistan.
Pasukan keamanan negara yang dilatih Barat juga melarikan diri menjelang rencana penarikan pasukan Amerika terakhir pada akhir bulan.
Sementara itu, militer AS dan pasukan Barat lainnya terus mengorganisir evakuasi warga.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan ratusan orang berlari melintasi landasan saat pasukan AS melepaskan tembakan peringatan ke udara.
Dalam video lain, ratusan orang terlihat berlari di samping pesawat angkut C-17 Angkatan Udara AS saat bergerak di landasan pacu.
Beberapa menempel di sisi jet sesaat sebelum lepas landas. Video lain menunjukkan beberapa orang terjatuh di udara saat pesawat dengan cepat mencapai ketinggian.
Seorang pejabat militer senior yang tak mau disebutkan namanya, mengatakan bahwa kekacauan itu menewaskan tujuh orang, termasuk beberapa yang jatuh dari penerbangan.
Seorang warga bernama Shafi Arifi, yang memiliki tiket untuk melakukan perjalanan ke Uzbekistan pada hari Minggu, tidak dapat naik ke pesawatnya karena penuh dengan orang-orang yang berlari melintasi landasan. Tidak ada polisi ataupun staf bandara yang terlihat.
“Tidak ada ruang bagi kami untuk berdiri,” kata pria berusia 24 tahun itu. “Anak-anak menangis, wanita berteriak, pria muda dan tua sangat marah dan kesal, tidak ada yang bisa mendengar satu sama lain. Tidak ada oksigen untuk bernapas.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: