Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 14 AGUSTUS 2021 • 13:07 WIB

Kronologi Oknum ASN Ngamuk ke Tukang Bubur karena Pesanan Lama Datang, Sampai Lempar Batu

Author

Kronologi Oknum ASN Ngamuk ke Tukang Bubur karena Pesanan Lama Datang, Sampai Lempar BatuOknum ASN mengamuk di tukang bubur (Istimewa)

Viral video memperlihatkan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) mengamuk kepada pedagang kaki lima yang berjualan bubur ayam di depan museum Lampung, Jalan ZA Pagar Alam Bandarlampung.

Pria tersebut memarahi seseorang yang juga sedang makan sambil merekam aksi pria itu.. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (12/8/2021).

Usut punya usut, oknum ASN itu marah-marah karena pesanannya lama diantar oleh pedagang bubur ayam. Seorang saksi bernama Royan kemudian berinisiatif mengambil video tersebut untuk membela pedagang kaki lima yang dimarahi oleh ASN tersebut.

Sebelum mengamuk, ASN itu memakai pakaian seragam batik warna merah dengan lambang PIN Korpri yang berada di bagian dada sebelah kiri dan papan nama di dada sebelah kanan.

"Saya tidak sempat lihat namanya, karena saat itu dia gak lama duduk langsung gebrak meja makan sampai kuah bubur saya tumpah. Tidak lama kemudian dia berdiri melepas pakaiannya sambil marah-marah kepada tukang bubur ayam," kata Royan, dikutip dari Antara, Sabtu (14/8/2021).

Royan pun terlibat adu mulut dengan ASN tersebut. Dia mengatakan bahwa sebagai ASN seharusnya memberikan contoh yang baik dan tidak berlaku kasar kepada rakyat kecil.

"Dia tidak terima dan marah kepada saya sambil ngajak saya ribut. Tidak lama dia melemparkan batu ke arah saya," kata Royan.

Klarifikasi ASN yang marah ke tukang bubur

ASN tersebut belakangan diketahui bernama Arfan yang merupakan ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. Dia saat itu kesal kepada penjual bubur karena sudah 20 menit menunggu, tapi pesanannya tak kunjung diantar.

Malah yang dilayani adalah pengunjung baru datang, sementara Arfan sedang buru-buru karena hendak ke dokter. Akhirnya, dia memutuskan mencari makan di tempat lain, namun sebelumnya sempat menepuk meja penjual bubur untuk memberikan teguran.

"Jangan gitu dong. Saya tak jadi makan dan akan pergi ke penjual bubur lain," kata Arfan menegur penjual bubur agar mendahulukan orang yang duluan memesan, sambil menepuk meja.

Saat hendak menuju ke mobil, Royan kemudian menegurnya agar tidak bersikap arogan kepada rakyat kecil. Arfan pun berbalik marah karena merasa Royan tidak punya hak.

"Orang yang saya tegur saja tak marah, kenapa kamu marah. Apa kamu ada mandat?" kata Arfan.

Arfan juga menegaskan dia tidak melemparkan batu, melainkan hanya pura-pura mengambil batu saja agar Royan tidak terus memanas-manasi.

"Saya menunduk sambil seolah-olah ambil batu agar dia berhenti bicara. Saya marah karena dipancing-pancing marah dan membawa-bawa ASN. Padahal saya sudah buka baju ASN saya," kata Arfan. 

Dilaporkan ke polisi

Kasus ini kemudian bergulir ke ranah hukum. Perekam video, yaitu Ramadhiyan Eka Saputra alias Ustad Royan melaporkan Arfan ke Polresta Bandar Lampung atas dugaan penganiayaan.

"Dilaporkan terkait perbuatan percobaan penganiayaan, yang sudah dilakukan. Hal ini karena dia, melakukan pelemparan dengan batu, jadi dia mencoba melukai. Untuk bukti berupa batu yang akan diambil di lokasi oleh Inafis, CCTV, dan rekaman video," kata Gunawan Parikesit, pengacara Ustad Royan.

Menanggapi laporan ini, Arfan menghormati hak Ustad Royan. Dia siap menjelaskan kronologi kasus ke polisi. Namun, jika tidak terbukti melakukan penganiayaan, maka dia akan menuntut balik Ustad Royan.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kronologi Oknum ASN Ngamuk ke Tukang Bubur karena Pesanan Lama Datang, Sampai Lempar Batu

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!