Kolase foto Akidi Tio dan dr Hardi Darmawan. (Istimewa)
Nama almarhum Akidi Tio menjadi perbincangan hangat publik dalam beberapa hari terakhir, setelah keluarganya memberikan sumbangan senilai Rp2 triliun untuk penanganan COVID-19 dan kesehatan di Sumatera Selatan.
Siapa dia dan berapa banyak harta kekayaannya sudah mulai terkuak. Namun belakangan, terkuak pula bahwa Akidi Tio adalah sosok yang sangat bersahaja dan rendah hati. Ia tidak pernah mau menunjukkan mukanya setiap kali memberi sumbangan, apalagi pamer kekayaan.
Ke mana-mana, Akidi Tio bahkan hanya mengenakan pakaian sederhana.
"Setiap datang ke tempat praktik saya, selalu hanya mengenakan baju dan celana putih," ujar Prof Dr dr Hardi Darmawan, dokter yang sempat merawat Tio sebelum meninggal dunia pada 2009 lalu, sebagaimana dikutip Indozone dari catatan Dahlan Iskan di situs disway.id, Rabu (28/7/2021).
Saking rendah hatinya, Tio tak dikenal oleh mereka yang punya maupun yang pernah punya jabatan di Palembang.
Alex Nurdin, misalnya, mantan Gubernur Sumsel dua periode, menjawab begini saat ditanya Dahlan Iskan soal Akidi Tio: "Saya tidak kenal nama itu sama sekali."
Semasa hidup, sudah tak terhitung banyaknya Tio membantu orang.
"Tapi selalu hanya atas nama hamba Tuhan," kata dr Hardi.
Akidi Tio diketahui meninggal akibat serangan jantung. Jika ia masih hidup, umurnya sekarang 101 tahun.
Ia lahir di Langsa, Aceh Timur, namun dimakamkan di Palembang.
Istrinya, yang juga sempat dirawat oleh dr Hardi, meninggal lebih dulu pada tahun 2005.
Tio dan istrinya punya 7 anak, dan semuanya pengusaha sukses. Enam orang di antaranya tinggal di Jakarta, dan hanya seorang, perempuan, yang tetap tinggal di Palembang.
Menurut dr Hardi, Tio sudah bersahabat dengan Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri sejak Eko masih perwira dan masih bertugas di Direskrim Polda Sumsel.
"Ketika Eko pindah tugas menjadi kapolres di Langsa, hubungan itu tetap akrab," tulis Dahlan.
Sama seperti di Sumsel, di Aceh pun tak ada yang mengenal sosok Tio.
Tio selalu berpesan kepada anak-anaknya agar membantu warga yang kurang mampu.
"Mendiang Bapak Akidi juga berpesan kepada anaknya, jika sukses dalam bidang usaha apa pun agar membantu orang miskin. Almarhum itu pengusaha di bidang pembesian dan kontainer," kata dr Hardi, saat menyerahkan bantuan Rp 2 triliun di Mapolda Sumsel.
Hardi bilang, sebenarnya keluarga Akidi Tio sudah sering membantu warga, baik sebelum maupun semenjak Pandemi COVID-19.
"Saya juga kaget saat ditelepon anaknya untuk menyerahkan bantuan ini karena memang nilainya besar," kata Hardi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: