Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 18 JULI 2021 • 10:54 WIB

MUI Diminta untuk Membantu Pemulasaraan Jenazah Pasien COVID-19

MUI Diminta untuk Membantu Pemulasaraan Jenazah Pasien COVID-19Petugas memakamkan jenazah dengan protokol COVID-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta, Minggu (4/7/2021). (ANTARA/Muhammad Adimaja)

Menko PMK Muhadjir Effendy meminta bantuan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait pemulasaran jenazah pasien COVID-19. Muhadjir menyampaikan hal ini di tengah tingginya kasus COVID-19 belakangan ini.

Muhadjir kemudian mengatakan bahwa tenaga kesehatan tidak bisa ikut campur lagi dalam mengurus jenazah.

"Saya meminta bantuan kepada MUI terkait pemulasaraan jenazah. Presiden Jokowi sudah memerintahkan Tenaga kesehatan tidak boleh ikut campur lagi mengurus jenazah dan diserahkan kepada BNPB," kata Muhadjir Effendy, Jumat (16/7/2021).

Dia mengatakan, tenaga kesehatan kini harus fokus menangani pasien yang masih hidup saja. Sementara itu, untuk penguburannya diserahkan ke MUI atau organisasi keagamaan. Hal ini untuk menghindari timbulnya kontroversi di lapangan.

"Tenaga Kesehatan fokus menangani pasien yang masih hidup. Saya mohon kerjasama MUI dan ormas keagamaan mulai dari perawatan sampai penguburan sehingga lancar dan tidak timbul kontroversi di lapangan," kata Muhadjir.

Muhadjir mengatakan bahwa pemulasaran jenazah adalah hal penting. Dia tidak ingin terjadi kasus seperti India dimana banyak jenazah yang tidak tertangani.

"Ini bisa ditindaklanjuti. Jangan sampai kasus seperti di India terjadi di Indonesia, ketika di mana-mana ada jenazah yang tidak tertangani. Saya mohon perhatian betul terkait pemulasaraan jenazah ini," ujarnya.

Terkait permintaan tersebut, MUI langsung menyusun rencana untuk pelatihan pemulasaran jenazah pasien COVID-19.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

MUI Diminta untuk Membantu Pemulasaraan Jenazah Pasien COVID-19

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!