Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 12 JULI 2021 • 10:50 WIB

Selain Dituduh Sakit Jiwa, Dokter Lois Ditangkap Polda Metro Karena Tak Percaya COVID-19

Selain Dituduh Sakit Jiwa, Dokter Lois Ditangkap Polda Metro Karena Tak Percaya COVID-19Dokter Lois Owien saat diundang ke acara Hotman Paris Show. (ist)

Dokter Lois Owien dikabarkan sudah ditangkap oleh Polda Metro Jaya. Kabar tersebut disampaikan oleh selebgram, dr Tirta di Instagram pada Minggu (11/7/2021).

Dr Tirta menyebut bahwa rilis pers akan digelar pada Senin siang (12/7/2021) di Polda Metro Jaya.

"Press release terkait ibu Lois dilakukan besok di @poldametrojaya antara ja 13.00-16.00. Kalau cuaca mendukung. Kalo mendung yo reschedule. Ybs sudah ada di polda metro jaya," tulis dr Tirta sebagaimana dikutip Indozone.

Postingan dr Tirta soal dr Lois yang katanya sudah di Polda Metro Jaya.

Dokter Lois berada di jalur sunyi dalam memandang COVID-19. Ketika hampir semua orang, terutama tenaga kesehatan, memandang bahwa COVID-19 berbahaya dan mematikan, serta sering menyosialisasikan pandangan seperti itu ke publik, dokter Lois justru melawan arus.

Sikapnya tersebut membuat dia menjadi bulan-bulanan para pihak yang mendukung pandangan bahwa COVID-19 berbahaya dan mematikan.

Hotman Paris dan Melaney Ricardo, misalnya, mencecarnya seperti seorang pesakitan, alih-alih sebagai narasumber, saat mengundangnya ke acara Hotman Paris Show.

Hotman dan Melaney berkali-kali memotong dan menyanggah pembicaraan dokter Lois selagi ia masih berbicara dan mencoba menjelaskan.

Bahkan, seorang dokter bernama dr Mila Anasanti sekonyong-konyong mengatakan bahwa dr Lois terindikasi mengalami gangguan jiwa.

“Informasi terbaru, ternyata menurut kakak kelasnya dr Lois Owien terindikasi gangguan jiwa,” tulis dr Mila di Twitter @anasanti_mila.

Seperti diketahui, Dokter Lois memandang bahwa COVID-19 justru tidak berbahaya dan tidak mematikan. 

Yang membuat banyak orang mati selama masa pandemi ini, kata dia, adalah karena adanya interaksi antarobat di dalam tubuh orang-orang yang mati tersebut.

Interaksi antarobat yang ia maksud, dapat berupa komplikasi obat sehingga menyebabkan ketidaksesuaian obat yang dibutuhkan oleh tubuh.

"Itu karena interaksi antarobat," kata dr Lois saat menjawab pertanyaan Hotman Paris dan Melaney Ricardo tentang penyebab kematian 50 ribuan lebih orang dalam masa pandemi, dalam sebuah acara talkshow yang ditayangkan di kanal YouTube Hotman Paris Official, Jumat (9/7/2021).

dr Lois menjelaskan bahwa seseorang yang terserang COVID-19 lalu meninggal, itu bukan karena COVID-nya, melainkan karena penyakit komorbid yang menyerang orang tersebut.

"Kalau misalnya bapak buka data di rumah sakit, itu pemberian obatnya lebih dari enam macam," kata dr Lois menjelaskan.

Berdasarkan penelusuran Indozone, dr Lois Owien merupakan dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI) tahun 2004.

dr Lois Owien saat diundang ke acara Hotman Paris dan Melaney Ricardo. (ist)

Di media sosial, dr Lois Owien lebih dikenal dengan nama dr Lois Anti-Aging.

Ia sendiri teguh dengan pendiriannya tidak percaya terhadap COVID-19, sehingga sehari-hari ia tidak mau memakai masker.

"Saya biasa tidak pakai masker. Saya anti-masker," katanya kepada Melaney Ricardo beberapa saat usai dipersilakan duduk dalam acara talkshow tadi.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Selain Dituduh Sakit Jiwa, Dokter Lois Ditangkap Polda Metro Karena Tak Percaya COVID-19

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!