Nathaniel Veltman membunuh satu keluarga muslim di Kanada (Istimewa)
Nathaniel Veltman, pria yang menabrak 4 anggota keluarga muslim di Kanada, tidak menunjukkan rasa penyesalan. Saat digiring oleh polisi dari truk tahanan, dia malah tertawa.
Veltman dijerat 4 dakwaan pembunuhan tingkat pertama terhadap Keluarga Salman di Provinsi Ontario. Dia menabrak Salman Afzaal (46), istrinya Madiha (44), putri mereka Yumna (15), dan ibu Salman, Talat (74), hingga tewas.
Satu anggota keluarga terakhir juga menjadi korban tabrakan. Namun, bocah bernama Fayez (9) itu selamat dan kini masih dirawat di rumah sakit.
Namun, peristiwa itu membuatnya kehilangan tiga generasi keluarga sekaligus. Berdasarkan keterangan saksi mata saat Veltman melakukan aksinya, dia memakai helm gaya militer, rompi anti-peluru, dan pakaian dengan lambang swastika.
Setelah menabrak keluarga Salman hingga tewas, dia lalu merokok dan dengan santai meminta saksi menelpon polisi karena dia baru membunuh orang.
Motifnya hanyalah karena benci dengan agama Islam yang dianut oleh keluarga Salman. Saat polisi datang dan menahannya, dia hanya tertawa-tawa.
20 year-old Nathaniel Veltman has been charged with murder after he targeted the Afzaal family with his pickup truck. He killed an entire family, leaving a 9yr old boy an orphan. This is a terror attack. pic.twitter.com/KUxLVjqCyh
— Anna Ahronheim (@AAhronheim) June 8, 2021
"Dia begitu menikmati adegan ini, seakan penting baginya jika dia terekspos dan direkam," ujar Hassan Savehilaghi.
PM Kanada, Justin Trudeau telah mengatakan insiden itu sebagai serangan teroris dan akan bertindak tegas. Peristiwa ini membuat ribuan orang berduka dan memberikan penghormatan kepada keluarga Salman di TKP.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: