M Ikhsan (34 tahun), pria penusuk leher anggota Satlantas Polrestabes Palembang, Bripka Ridho (ist)
Kasus penusukan yang dialami oleh Bripka Ridho, anggota Satlantas Polrestabes Palembang di Pos Polisi Simpang Angkatan 66, Kecamatan Kemuning, Palembang, hari Jumat (4/6/2021), bikin Palembang geger.
Apalagi, sang pelaku, M Ikhsan alias Umar Khalid (34 tahun), mengaku sebagai teroris usai menusuk leher Bripka Ridho.
"Saya ini teroris, saya ini teroris," katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Ikhsan menggunakan tiga pisau sekaligus untuk menikam Bripka Ridho. Pisau-pisau itu ia simpan di dalam kantong celananya sebelum datang ke Pos Polisi Simpang Angkatan 66.
Saat sudah berada di dalam pos polisi, Ikhsan berpura-pura menanyakan alamat Rumah Sakit Bunda kepada Bripka Ridho.
"Pas dia tidak melihat, di situlah saya tusuk dia," ujar Ikhsan saat diperiksa usai ditangkap.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Eko Indra Heri mengatakan, pihaknya masih mendalami motif Ikhsan menyerang polisi.
Ia mengaku bahwa pihaknya tidak ingin percaya begitu saja terhadap pengakuan Ikhsan yang mengaku teroris.
"Masih kita dalami," ujarnya.
Usai ditikam, Bripka Ridho sempat berlari ke luar pos dan meminta pertolongan. Sedangkan Ikhsan langsung diamankan oleh petugas Satpol PP dibantu warga sekitar yang saat ia berada di lokasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: