Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 31 MEI 2021 • 15:35 WIB

Peneliti: Orang yang Memiliki Janggut Berisiko Tinggi Tertular Covid-19, Benarkah?

Peneliti: Orang yang Memiliki Janggut Berisiko Tinggi Tertular Covid-19, Benarkah?Memiliki janggut lebih berisiko tertular covid-19. (Pexels/Gustavo Fring)

Seorang peneliti di National Institute of Health (INS)  Kementerian Kesehatan Peru, Ruiz, memperingatkan bahwa orang berjanggut berisiko lebih besar tertular Covid-19.

Dikutip dari China News Network, para ahli mengatakan bahwa masker dapat mengurangi risiko infeksi atau menyebarkan virus. Kuncinya adalah menempel di wajah, tetapi janggut yang panjang akan menciptakan celah tertentu antara masker dan wajah, hal ini mengurangi keefektifan penggunaan masker.

Ruiz menjelaskan bahwa menurut eksperimen mereka, pria berjanggut memiliki 20 hingga 80 rambut per sentimeter persegi, dan jarak antara dua rambut adalah 1,1 hingga 2,7 mm, yang setara dengan panjang rambut yang mungkin mengandung virus Covid-19.

Partikel aerosol 1.000 kali lebih besar, yang dapat menyebabkan tetesan dan partikel virus yang tersuspensi di udara tetap tinggal dan masuk ke dalam tubuh manusia melalui ruang masker.

Selain itu, data yang dirilis Kementerian Kesehatan Peru pada Minggu menunjukkan ada 3.818 kasus baru terdiagnosis, dengan total 1.955.469 kasus terkonfirmasi, 140 kematian baru dalam satu hari, dengan total 69.342 kematian.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Peneliti: Orang yang Memiliki Janggut Berisiko Tinggi Tertular Covid-19, Benarkah?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!