Serangan rudal Israel (REUTERS/Mohammed Salem)
Serangan rudal Israel telah menewaskan 20 orang termasuk sembilan anak-anak di Palestina, kata pejabat kesehatan Gaza ketika bentrokan meningkat, dikutip dari Mirror.
Serangan rudal itu terjadi sebagai tanggapan atas tembakan roket Hamas ke daerah Yerusalem dan Israel selatan.
Militan melakukan ancaman untuk menghukum Israel karena konfrontasi kekerasan dengan warga Palestina di Yerusalem dalam beberapa hari terakhir.
Militer Israel tidak segera mengeluarkan komentar tentang jumlah korban tewas, tetapi jika jumlahnya akurat, itu akan menandai salah satu hari paling berdarah di wilayah itu dalam beberapa tahun terakhir.
Pejabat militer Israel menyebut serangan roket itu sebagai "serangan hebat terhadap Israel" dan mengklaim tembakan roket dari Palestina telah melukai satu orang setelah sebuah kendaraan diserang di selatan.
Militer Israel membalas dengan menyerang sasaran militer Hamas dan mengirim lebih banyak pasukan ke Gaza.
Sirene roket terdengar di Yerusalem, di kota-kota terdekat dan di komunitas dekat Gaza beberapa menit setelah ultimatum dari kelompok Islam yang berkuasa di kantong Hamas pada hari Senin menuntut Israel mundur pasukan di kompleks masjid al Aqsa, di mana kelompok bantuan mengatakan ratusan orang terluka dalam bentrokan.
Saat Israel merayakan "Hari Yerusalem" pada hari Senin, menandai direbutnya bagian timur kota suci itu dalam perang Arab-Israel tahun 1967, kekerasan meletus di masjid al Aqsa, situs paling suci ketiga bagi Islam.
Mayarakat Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan lebih dari 300 warga Palestina terluka dalam bentrokan dengan polisi yang menembak peluru karet, granat kejut, dan gas air mata di dalam kompleks.
Ketegangan antara Palestina dan pasukan Israel telah mencapai titik didih ketika warga Palestina mengeluhkan pembatasan yang menindas selama Ramadan, bulan suci umat Islam.
Itu semakin meradang oleh putaran terbaru penggusuran penduduk Palestina dari rumah mereka untuk memberi jalan bagi pemukim Yahudi.
Lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur juga menjadi titik fokus protes Palestina selama Ramadan.
Beberapa keluarga Palestina menghadapi penggusuran, di bawah perintah pengadilan Israel, dari rumah yang diklaim oleh pemukim Yahudi dalam kasus hukum yang sudah berjalan lama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: