Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 24 MARET 2021 • 11:23 WIB

Hasil Survei: Warga DKI Jakarta Paling Ogah Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Alasannya

Author

Hasil Survei: Warga DKI Jakarta Paling Ogah Disuntik Vaksin Covid-19, Ini AlasannyaVaksinasi di Surabaya (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Hasil survei nasional yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan sekitar 46% warga bersedia disuntik vaksin Covid-19.

Sementara, 28% menyatakan tidak mau divaksin dan 23% masih ragu. Persentase tertinggi warga yang menolak untuk divaksin Covid-19 adalah DKI Jakarta sebesar 33%.

"Ini temuan yang mengkhawatirkan, mengingat DKI adalah daerah yang yang memiliki tingkat penyebaran COVID-19 tertinggi di Indonesia," kata Direktur Riset SMRC Deni Irvani, dikutip Rabu (24/3/2021).

Daerah dengan persentase tertinggi penolak vaksin Covid-19 berikutnya adalah Jawa Timur 32% dan Banten 31%. Persentase terendah penolak vaksin adalah Jawa Tengah, yaitu 20%.

Menurut Deni, tingginya tingkat penolakan terhadap vaksin di DKI Jakarta tampaknya sejalan dengan persepsi tentang keamanan vaksin.

Di DKI Jakarta, sebagaimana juga di Sumatera, persentase warga yang tidak percaya bahwa vaksin dari pemerintah aman mencapai 31%.

Sementara itu, hanya 19% warga Jawa Tengah yang tidak percaya vaksin dari pemerintah aman.

Bila dilihat etnisitas, persentase terbesar etnik warga yang tidak mau divaksin adalah Madura (58%) dan Minang (43%) Sedangkan yang paling tinggi persentase bersedia divaksin adalah Batak (57%) dan Jawa (56%)

Survei yang mencakup semua provinsi di Indonesia ini dilakukan pada 28 Februari 2021-8 Maret 2021 dengan metode wawancara tatap muka.

Survei ini melibatkan 1220 responden yang dipilih secara acak, dengan margin of error 3,07 persen.

Menurut Deni, terdapat sejumlah faktor yang mungkin memengaruhi kesediaan seseorang untuk divaksin. Mulai dari keyakinan bahwa vaksin aman atau tidak. Kemudian pengaruh dari kampanye penolak vaksin. Dan ketiga adalah khawatir malah tertular Covid-19.

Karena itulah, pemerintah perlu melawan kampanye antivaksin, kemudian meyakinkan rakyat bahwa vaksin aman demi tercapainya minimal 70% warga kebal virus corona.

"Pemerintah perlu meyakinkan publik bahwa pandemi belum berakhir dan setiap warga bertanggung jawab untuk mencegah penyebaran wabah," ucap Deni.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Hasil Survei: Warga DKI Jakarta Paling Ogah Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Alasannya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!