Persentase angka kematian akibat Covid-19 di DKI Jakarta naik menjadi 1,7%. Berdasarkan data yang dilihat Indozone pada 6 Maret kemarin, angka kematian di Ibukota masih 1,6%.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia menyebut hal tersebut terjadi karena banyak warga yang menunda untuk memeriksakan diri ke rumah sakit.
"Tentu orang harus diingatkan terus untuk tidak menunda berobat saat dia mengalami keluhan kesehatan," ucap Dwi saat dihubungi, Rabu (10/3/2021).
"Jadi jangan sampai kemudian merasa sudah punya keluhan kesehatan, kemudian (berpikir) tidak mungkin Covid-19 itu kemudian menunda sampai," tambahnya.
Menurut Dwi, masih banyak warga yang memilih baru datang ke rumah ketika kondisi kesehatannya sudah sangat menurun. Sehinga, akibatnya akan lebih sulit untuk ditangani oleh tenaga medis.
Baca Juga: Dihadapan Anggota Dewan, Terawan Blak-blakan Ungkap Alasan Bikin Vaksin Nusantara
"Jangan sampai itu terjadi, karena merasa 'Ah, enggak mungkin saya Covid', sampai akhirnya melihat kondisinya makin menurun baru dibawa," terang Dwi.
Oleh sebab itu, Dwi mengimbau kepada seluruh masyarakat Jakarta untuk tidak menunggu kondisi tubuh sangat menurun untuk dibawa ke rumah sakit. Apalagi katanya kini keterisian rumah sakit juga lebih stabil.
"Padahal kan BOR (Bed Occupancy Rate) sudah bagus, sudah lebih terjaga, lebih berimbang sekitar 70-an persen ya dibanding bulan lalu sempat di 80-an," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: