Pendiri Dolce and Gabbana. (photo/Dok. Wikipedia)
Rumah mode asal Milan, Italia yaitu Dolce & Gabbana telah mengajukan gugatan pencemaran nama baik di Pengadilan italia yang menuntut ganti rugi lebih dari US$ 600 juta dari 2 blogger mode AS yang memposting ulang komentar anti-Asia yang dikaitkan dnegan salah satu desainer yang menyebabkan boikot oleh konsumen Asia.
Gugatan itu diajukan pada Pengadilan Sipil Milan pada 2019 tetapi baru diketahui publik minggu ini ketika para blogger mempostingnya di akun Instagram mereka, Diet Prada. Umpan mereka diikuti secara luas di dunia mode dikarenakan komentarnya yang tajam mengenai keaslian dalam desain dan masalah sosial. Melihat hal itu, Susan Scafidi selaku Direktur Fashion Law Institute di Fordham Law School memberikan komentarnya.
“Seluruh kasus ini adalah cara untuk mencoba membungkam Diet Prada, dan membungkam Tony (Liu) dan Lindsay (Schuyler) secara pribadi,” ungkap Susan Scafidi.
Tetapi di sisi lain, pengacara dari Dolce & Gabbana menolak untuk mengomentari kasus terebut. Kasus ini terjadi pada November 2018 lalu, ketika Dolce & Gabbana menghadapi boikot di Asia setelah kemarahan atas apa yang dilihat sebagai video yang dianggap tidak sensitif secara budaya yang mempromosikan pertunjukkan lanfasan pacu utama di Shanghai dan posting berikutnya dari komentar yang menghinda dalam obrolan Instagram pribadi.
Pertunjukkan pun dibatalkan sebagai reaksi balik, termasuk pengecer yang menarik barang dagangan Dolce & Gabanna dan VIP Asia yang menolak merek itu. Di sisi lain, Desainer Domencio Dolce dabn Stefano Gabbana pada awalnya mengatakan bahwa akun Gabbana telah diretas. Keduanya muncul dalam video meminta maaf kepada orang-orang Tiongkok.
"Permintaan maaf publik dan tuntutan hukum yang tenang benar-benar membatalkan satu sama lain dalam pikiran saya," ungkap Scafidi.
Pengacara pembela asal Italia pun mengajukan laporan singkat minggu ini di pengadilan sipil Milan, dengan alasan Italia bukanlah tempat yang tepat muntuk kasus itu, mengingat bahwa blog itu diproduksi di Amerika Serika dan dugaan kerusakan terjadi di Asia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: