Gubernu DKI Anies Baswedan di Polda Metro Jaya, Jakarta. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai persentase angka kematian akibat Covid-19 di Ibukota tergolong rendah, yakni 1,6%. Ia pun mengungkapkan beberapa faktor hal tersebut bisa terjadi.
Pertama, menurut Anies, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan jumlah testing yang tinggi. Oleh karena itu, penularan virus Corona akan terdeteksi lebih dahulu.
"Karena pertama testingnya tinggi sehingga terdeteksi awal," ucap Anies, Kamis (11/2/2021).
Selanjutnya, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyebut adanya tempat untuk isolasi pasien Covid-19 yang cukup memadai. Maka, potensi untuk menularkan kembali virus ke lingkungan terdekat semakin minim.
Baca Juga: Anies Baswedan Buka Suara Soal Wacana Pilkada 2022 dan 2024, Begini Katanya
"Kedua, ada tempat isolasi, ada Wisma atlet, ada hotel-hotel sehingga mereka tidak memaparkan kepada lingkungan," tambahnya.
Terakhir, Anies mengatakan salah satu faktor angka kematian akibat Covid-19 rendah adalah disebabkan adanya kapasitas rumah sakit yang cukup, dan termasuk juga tenaga kesehatan di dalamnya yang menangani pasien Covid-19.
"Ini bukan sekadar tempat tidur, tapi juga tenaga medis, tapi juga sistem di dalam pengelolaan rumah sakitnya. Nah ini poin ketiga yang terkait penanganannya," tandas Anies.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: