Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (Instargram @dwikoritakarnawati)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memaparkan kondisi cuaca di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang saat pesawat Sriwijaya Air SJ-182 bakal lepas landas atau take off (9/1/2021) lalu.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut, terdapat awal tebal kumulonimbus saat pesawat Sriwijaya Air SJ-182 akan take off menuju Pontianak.
“Kondisi cuaca sebelum dan saat take off terdapat awan CB (kumulonimbus) di atas Jakarta,” ungkap Dwikorita saat rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Rabu (3/2/2021).
Dikatakannya, untuk dalam rute Jakarta-Pontianak yang akan dilalui oleh Sriwijaya Air masih terdapat sebagian awan kumulonimbus membentang di atas Jawa bagian barat yang bergerak ke arah tenggara.
Baca Juga: UPDATE CORONA RI 3 Februari: Tambah 11.984, Total Jadi 1.111.671 Kasus
Di sisi lain, Dwikorita mengungkapkan, kondisi cuaca di Bandara Soekarno-Hatta sempat memburuk sebelum Sriwijaya Air SJ-182 akan terbang tepatnya pukul 13.11 WIB.
“Hingga menyebabkan pesawat melakukan hold boarding. Kemudian jam 14.36 WIB kondisi cuaca mulai membaik sehingga pesawat diiizinkan take off namun 4 menit berselang dilaporkan lost contact,” tutur dia.
Lebih jauh, kata Dwikorita, berdasarkan data radiosonde yang berfungsi mengetahui cuaca, di tanggal 7-9 Januari 2021 potensi icing terjadi di ketinggian 16.000-27.000 kaki.
“Sedangkan pada ketinggian sekitar 11.000 feet tidak terdapat potensi icing,” tukas Dwikorita.
Seperti diketahui sebelumnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dengan rute Jakarta-Pontianak terjatuh di Perairan antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Sabtu 9 Januari 2021 sekitar pukul 14.40 WIB.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: