Vaksin Covid-19 hari ini didistribusikan ke beberapa provinsi di Indonesia, salah satunya Papua. Vaksin tiba di Bandara Sentani, Jayapura, Papua dengan menggunakan pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 658 dari Jakarta, Senin (4/1/2021) sekitar pukul 10.30 WIT.
Kepala Dinas Kesehatan Papua Robby Kayame, di Jayapura membenarkan tibanya vaksin Covid-19 dan langsung dibawa ke kawasan RSUD Dok II Jayapura. Vaksin Covid-19 diturunkan dari truk pengangkut dan akan disimpan di ruang khusus penyimpanan yang ada di Dok II.
Baca Juga: UPDATE CORONA RI 4 Januari: Tambah 6.753, Total Jadi 772.103 Kasus
Ketika ditanya tentang jumlah vaksin yang diterima, Kayame mengaku belum mengetahui secara pasti karena dikemas di dalam delapan koli. Kemudian, terkait penerima vaksin Covid-19, belum mengetahui pasti berapa jumlah penerima secara keseluruhan karena untuk tahap pertama diperuntukkan bagi tenaga kesehatan.
Kadinkes Kota Jayapura dr. Ni Nyoman Antari mengaku, untuk tahap awal Kota Jayapura akan menerima 14 ribu vaksin.
"Kami sedang melakukan verifikasi terkait penerima vaksin Covid-19, karena jumlah tenaga kesehatan sekitar 600 orang, belum termasuk yang bertugas di delapan rumah sakit," kata Antari seperti dikutip Antara.
Berbagai persiapan saat ini sedang dilakukan sebelum pemberian vaksin Covid-19 dilakukan, kata dr. Nyoman Antari.
Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Papua mencatat hingga Minggu (3/1/2021) pasien positif Covid-19 mencapai 13.590 orang, 12.265 orang di antaranya sembuh dan 243 orang meninggal, serta 1.082 orang dirawat.
Sementara Provinsi Papua Barat informasinya akan memperoleh sebanyak 7.160 dosis vaksin Covid-19 dari pemerintah pusat, pada 6 Januari 2021.
"Dalam pekan ini diperkirakan vaksin tersebut sudah dikirim dari Jakarta dan tiba Papua Barat. Pengiriman dilakukan tanggal 6 Januari, jadi kemungkinan tanggal 7 sudah tiba di sini," ucap Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Otto Perorangan di Manokwari.
Otto belum tahu pasti vaksin jenis apa yang diberikan ke Papua Barat. Pengiriman dilakukan melalui Bio Farma dan sudah melalui uji klinis termasuk pemeriksaan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Dia memastikan, alat penyimpanan vaksin telah siap di seluruh kabupaten dan kota Papua Barat. Begitu tiba vaksin akan disimpan di gudang farmasi Dinas Kesehatan provinsi di Manokwari.
Pada tahap pertama, menurut dia vaksinasi akan diprioritaskan bagi kelompok yang memiliki risiko penularan tinggi. Tenaga kesehatan merupakan salah satu kelompok dari sasaran vaksinasi tersebut.
"Untuk pendataan ulang nakes sudah dilakukan melalui aplikasi. Hasilnya akan dilaporkan ke BPSDM Kemenkes di Jakarta," tuturnya.
Otto Parorongan menyebutkan bahwa jumlah dosis vaksin yang diberikan ke Papua Barat belum bisa menjangkau seluruh sasaran pada kelompok rentan. Untuk itu vaksinasi akan disesuaikan dengan dosis yang diberikan pusat.
"Daerah-daerah itu akan menjadi prioritas, namun daerah lain juga tetap akan kita berikan perhatian pada vaksinasi ini," tuturnya.
Meskipun vaksinasi di Papua Barat akan segera dilakukan namun, Otto mengimbau, agar masyarakat di seluruh daerah tetap mewaspadai penularan Covid-19. Protokol kesehatan tetap wajib dalam setiap aktivitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: