Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 13 DESEMBER 2020 • 11:47 WIB

Indonesia Sudah Beli 1,2 Juta Vaksin, Sinovac Malah Sebut Belum Terbukti Efektif

Indonesia Sudah Beli 1,2 Juta Vaksin, Sinovac Malah Sebut Belum Terbukti EfektifPetugas memindahkan kontainer berisi vaksin COVID-19 setibanya di Kantor Pusat Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Senin (7/12/2020). (Dok. Setpres-Muchlis)

Pembuat vaksin COVID-19 dari China, Sinovac Biotech Ltd memberikan klarifikasi terkait kemanjuran vaksin COVID-19.

Klarifikasi tersebut disampaikan untuk menanggapi pernyataan dari PT Bio Farma yang sebelumnya menyebut efektivitas vaksin COVID-19 telah mencapai 97% dalam uji klinis awal.

Dilansir Bloomberg, Sinovac Biotech Ltd mengatakan bahwa hingga saat ini masih belum diketahui soal kemanjuran dari vaksin tersebut. Lebih lanjut, angka 97% itu mengacu pada tingkat serokonversi.

Namun, tingkat serokonversi ini terpisah dari tingkat kemanjuran vaksin. Artinya, tingkat serokonversi yang tinggi belum tentu efektif melindungi pasien dari COVID-19.

Saat ini, Sinovac dan mitranya masih menganalisis data dari uji coba Fase III yang lebih besar di Brasil. Dari hasil uji coba tersebut, diharapkan bisa memperoleh indikasi seberapa efektif suntikan vaksin tersebut berdasarkan data dari sekitar 60 kasus Covid-19.

Baca juga: Vaksin Sinovac Gratis atau Berbayar? Ini Penjelasan Pemerintah

Hingga saat ini, tidak ada pengembang vaksin China terkemuka yang merilis data secara publik mengenai kemanjuran suntikan vaksin COVID-19 dalam uji coba Fase III. Oleh karena itu, sulit membandingkan vaksin mereka dengan vaksin yang lainnya.

Meski demikian, dosis telah diberikan ke ratusan ribu orang dalam program penggunaan darurat di China. Langkah tersebut membuat para ilmuwan khawatir dan prihatin, sebab keselamatan penggunaan vaksin itu belum dipelajari secara menyeluruh.

Pihak Bio Farma pada Selasa (8/12/2020) juga telah memberikan klarifikasinya. Mereka mengatakan bahwa kemanjuran vaksin Sinovac masih belum bisa dipastikan.

"Mengenai efikasi yang ada pada calon vaksin COVID-19 dari Sinovac, Sekretaris Perusahaan Bio Farma, Bambang Heriyanto, mengatakan, belum dapat ditentukan saat ini, dan harus menunggu sampai datanya cukup," demikian pernytaan resmi Bio Farma lewat akun Twitter resminya.

Seperti diketahui, Indonesia telah membeli 1,2 juta vaksin Covid-19 dari Sinovac dan telah tiba di Indonesia. Presiden Jokowi mengatakan 1,8 juta vaksin lagi akan datang di Januari 2021.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Indonesia Sudah Beli 1,2 Juta Vaksin, Sinovac Malah Sebut Belum Terbukti Efektif

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!