Beberapa waktu lalu, sempat viral aksi kejar-kejaran di Tol Bekasi Timur, yang berujung pada aksi meludahi pengendara lain.
Kini, pengemudi yang meludi pengendara lain itu telah diamankan oleh polisi. Namun, saat ditangkap, pengemudi itu malah nangis hingga bersujud-sujud untuk minta maaf.
Masih ingat dengan aksi kejar-kejaran di Tol Bekasi Timur hingga berujung pengemudi meludahi dan memukul pengemudi lainnya hingga viral di media sosial? Kini pengemudi itu sudah ditangkap polisi.
Pengalaman buruk ini dialami langsung oleh pemilik Artos Olla saat keluar di Tol Bekasi. Kini via akun TikToknya, Artos menginformasikan jika pengemudi yang ugal-ugalan hingga meludahi dirinya itu sudah diamankan pihak kepolisian.
Baca juga: Viral Pengemudi Diludahi dan Dipukul Usai Kejar-kejaran di Tol, Ini Kronologi versi Korban
Namun, si pengemudi yang awalnya nantangin karena sempat berhenti dan memukul kepala Artos, justru nangis-nangis di kantor polisi dan minta dibebaskan.
"Ini orang yang udah mukul kepalaku, mobilku dan meludahi aku di jalanan. Awalnya aku kesal dan benar-benar saki hati sama perbuatan dia. Akhirnya aku laporin polisi dan berharap dia cepat dipenjara," kata Artos dalam video TikTok miliknya.
Baca selengkapnya: Masih Ingat Pengemudi Ludahi Pria Gegara Kejar-Kejaran di Tol, Pas Ditangkap Nangis-Nangis
Reuni 212 tahun ini digelar secara virtual dengan format Dialog Nasional 100 Ulama dan Tokoh. Tema yang diusung adalah 'Revolusi Akhlak, Solusi Indonesia yang Bermartabat, Rabu (2/12/2020).
Acara dimulai sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dan ditayangkan oleh kanal YouTube Saeful Zaman. Salah satu yang menjadi sorotan dalam Reuni 212 kali ini adalah para ulama dan tokoh yang diundang.
Baca juga: Soal Republik Papua Barat, Hikmahanto: Pemerintahan Sementara Benny Wenda Tak Ada Dasarnya
Pantauan Indozone.id, ada sejumlah nama yang cukup familiar. Di antaranya Amien Rais, Anies Baswedan, Din Syamsudin, Fadli Zon, Gatot Nurmantyo, Rocky Gerung, hingga Ahmad Dhani. Rizieq Shihab sendiri menjadi bintang utama dalam acara virtual tersebut.
Saat diberi kesempatan untuk berbicara, Gatot Nurmantyo menyoroti soal masalah keadilan di Indonesia. Menurutnya, pemerintahan saat ini gagal menerapkan sila ke 2, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
Baca selengkapnya: Papua Barat Deklarasi Kemerdekaan, Gatot Nurmantyo Ungkap Ketidakadilan: Mereka Frustrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: