Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 26 OKTOBER 2020 • 11:13 WIB

PM Pakistan Surati Mark Zukenberg untuk Blokir Konten Islamofobia di Facebook

PM Pakistan Surati Mark Zukenberg untuk Blokir Konten Islamofobia di FacebookPerdana Menteri Pakisatan Imran Khan (REUTERS/Saiyna Bashir), Mark Zukerberg, SEO Facebook. (REUTERS/Stephen Lam).

Merasa terganggu dengan konten islamofobia yang penuhi Facebook, Perdana menteri Pakistan Imran Khan menulis surat kepada CEO Facebook, Mark Zukenberg untuk memblokir konten terkait. 

Melansir dari Reuters, melalui surat yang dibagikan pemerintah Pakistan di Twitter, Imran Khan mengatakan bahwa Islamofobia yang berkembang mendorong ekstremisme dan kekerasan di seluruh dunia. Hal itu banyak ditemui di platform media sosial seperti Facebook.

"Saya akan meminta Anda untuk menempatkan larangan serupa terhadap Islamofobia dan kebencian terhadap Islam di Facebook yang telah Anda lakukan untuk Holocaust," kata Khan, Senin (26/10/2020).

Dalam suratnya, Khan memberi contoh pada situasi di Prancis, di mana Islam dikaitkan dengan terorisme. 

Sebelumnya, Khan mengatakan Presiden Prancis Emmanuel Macron telah dianggap "menyerang Islam" dengan mendorong penayangan kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad.

Komentar Khan muncul setelah Macron memberikan penghormatan kepada seorang guru sejarah Prancis yang dibunuh oleh seorang radikal Islam yang ingin membalas penggunaan kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad di kelas tentang kebebasan berekspresi.

Pihak Facebook sendiri sempat mengatakan bulan ini sedang memperbarui kebijakan ujaran kebencian untuk melarang konten apa pun yang menyangkal atau mendistorsi Holocaust. Sampai saat ini, pihak Facebook tidak segera membalas permintaan Reuters untuk mengomentari surat Khan.

Artikel Menarik Lainnya:

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

PM Pakistan Surati Mark Zukenberg untuk Blokir Konten Islamofobia di Facebook

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!