Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin. (Instagram/martuani_sormin8)
Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan bahwa ada dugaan skenario penjarahan saat demonstrasi menolak Omnibus Law di depan DPRD Sumut, Medan, Kamis (8/10) yang berakhir rusuh.
Seperti diketahui, aksi demonstrasi itu berakhir ricuh ketika aparat kepolisian memukul mundur massa aksi yang melakukan orasi di depan gedung DPRD Sumut.
Pada malam harinya, beredar video di media sosial yang memperlihatkan massa aksi memasuki sebuah pusat perbelanjaan di Medan yang berada tak jauh dari lokasi demonstrasi, yakni di Jalan Gatot Subroto.
Beruntung, aksi yang diduga untuk melakukan penjarahan itu berhasil dihalau petugas kemanan pusat perbelanjaan dan juga aparat kepolisian.
"Tapi dari kesigapan anggota kita dibantu elemen masyarakat dan ?TNI, penjarahan-penjarahan itu tidak terjadi," kata Martuani, Sabtu (10/10).
Menurut Martuani, peristiwa kerusuhan saat demonstrasi hingga memasuki sebuah pusat perbelanjaan diduga adanya sebuah skenario penjarahan oleh kelompok tertentu.
"Dari aksi-aksi mereka, disusupi oleh kelompok tertentu dan diskenariokan akan terjadi penjarahan," ujar dia.
Tidak hanya diduga adanya skenario penjarahan, sejumlah kendaraan dinas milik Polri juga menjadi sasaran massa aksi.
"Ada beberapa mobil dinas kami terbakar, mobil dinas Pemprov Sumut satu unit digulingkan. Kita sudah berhasil menindak dan mengamankan dua orang. Kita akan melakukan pengembangan untuk melakukan pengungkapan lain untuk pembakaran mobil dinas," pungkas dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: