Angka kasus Covid-19 di Indonesia telah mengalahkan Tiongkok. Hal ini pun menjadi sorotan banyak pihak.
Pakar epidemiologi dari Universitas Indonesia, dr Pandu Riono, MPH,PhD mengatakan, situasi ini menandakan Indonesia belum berhasil mengendalikan penularan virus corona (Covid-19). Data ini mengindikasikan tingkat penularan di Tanah Air masih tinggi.
“Kita harus review ulang semua strategi yang sudah dibuat sejak bulan Maret, sejak Indonesia mendeklarasikan status kedaruratan kesehatan masyarakat. Ini waktunya untuk me-review semua strategi yang sudah dijalankan,” ujar Pandu kepada Indozone saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (19/7/2020).
Ia menambahkan, semua kebijakan yang ada saat ini harus ditinjau kembali karena dampak terhadap pengendalian kasus tidak ada. Selain itu, ada pula efek lain yang mengintai dari tingginya kasus Covid-19 di Indonesia. Salah satunya program imunisasi yang terhenti sehingga kondisi ini harus cepat diatasi. Selain itu, fokusnya bukan hanya pada penekanan kasus Covid-19 tapi juga layanan publik lainnya yang tidak boleh terabaikan.
“Jadi memang harus bekerja keras. Saya mendorong pemerintah satu-satunya cara adalah mereview kerja selama ini,” katanya.
Pandu menjelaskan, pada awal pandemi Covid-19 pemerintah pusat membentuk Gugus Tugas yang bersifat tidak permanen. Adanya gugus tugas diharapkan dapat mempercepat proses penanganan. Akan tetapi pada kenyataannya penularan kasus belum berhasil dikendalikan hingga saat ini.
“Sekarang ini kita menghadapi pandemi yang sangat panjang dan dampaknya mungkin bukan hanya empat sampai lima tahun, tapi bisa 10-20 tahun. Jadi (kebijakan) harus dikembalikan ke sistem pemerintahan, tidak bisa lagi hanya di gugus tugas yang sifatnya tidak permanen,” kata Pandu.
Ia menekankan, pemerintah harus meninjau ulang semua kebijakan dan mencari jawaban karena kebijakan yang selama ini tidak efektif. Strategi baru diperlukan untuk mengendalikan penularan Covid-19 di Indonesia.
“Harus buat strategi baru karena strategi lama ternyata tidak ada efeknya dan gugus tugas belum berhasil mengendalikan penularan Covid-19. Langkah tercepat yang harus dilakukan pemerintah adalah evaluasi, mawas diri, merevisi semua kegiatan yang ada, dan melakukan perbaikan dengan cepat karena dampaknya panjang,” pungkas Pandu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: