Juru bicara penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyebutkan kalau data kasus meninggal dunia akibat virus corona di Indonesia adalah 5,09%. Angka tersebut berdasarkan jumlah kasus yang sudah terkonfirmasi positif.
“Kalau kita lihat data meninggal secara nasional data ini adalah 5,09% dari total kasus konfirmasi positif,” ucap Yuri dalam video conference di BNPB, Jakarta, Rabu (1/7/2020).
Dengan persentase data kasus meninggal dunia tersebut, Yuri mengungkapkan kalau Indonesia masih berada pada rata-rata dunia. Pasalnya, kasus meninggal dunia akibat Covid-19 secara global sebesar 5,28%.
“Kalau kita lihat data Global, data dunia adalah 5,28%. Artinya kita masih berada di rata-rata dunia. Bahkan ada 23 provinsi yang angka meninggalnya di bawah 5,28%, artinya di bawah rata-rata global,” paparnya.
Berdasarkan data tersebut, Yuri pun menyimpulkan bahwa pasien yang terpapar virus corona bisa disembuhkan. Terlebih lagi, hingga saat ini, ia menyebutkan kalau kapasitas rumah sakit di Indonesia masih cukup untuk memberikan pelayanan yang baik.
“Ini adalah gambaran bahwa Covid-19 bisa disembuhkan. Angka sembuh ini akan terus bertambah dengan seiring waktu,” ungkap Yuri.
“Karena memang beban layanan rumah sakit rata-rata masih berada pada kisaran 55,59%, sehingga kita masih bisa melakukan pelayanan dengan sebaik-baiknya,” tutupnya.
Sekadar diketahui, pada hari ini konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia bertambah sebanyak 1.385 kasus, sehingga total menjadi 57.770 orang. Kasus sembuh bertambah 789 sehingga menjadi 25.595 orang, dan kasus meninggal bertambah 58 orang, total menjadi 2.934 orang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: