Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 09 JUNI 2020 • 13:34 WIB

Warga Nekat Bawa Pulang Jenazah dari RS Mekarsari Bekasi Gara-gara Tolak Dinyatakan Corona

Warga Nekat Bawa Pulang Jenazah dari RS Mekarsari Bekasi Gara-gara Tolak Dinyatakan CoronaWarga bawa pulang jenazah dari RS Mekarsari Bekasi gara-gara tolak dinyatakan corona (Instagram/@medos_kekinian)

Warga Desa Srimukti, Kecamatan Tambun Utara, Bekasi, Jawa Barat, nekat membawa pulang jenazah tetangganya yang meninggal dunia di RS Mekarsari, Bekasi. Mereka nekat membawa pulang jenazah karena menolak dinyatakan virus corona (Covid-19).

Kericuhan terjadi di RS Mekarsari pada Senin 8 Juni 2020, sekitar pukul 14.00 WIB. Warga bernama Rosidi dinyatakan meninggal dunia dikabarkan pihak RS Mekarsari karena virus corona.

"Rosidi sakit bukan karena corona, sudah dicek di laboratium kenapa meninggalnya dikabarkan kena corona. Ada apa, mengapa dengan RS Mekarsari Bekasi? Apakah bodoh apakah pura-pura bodoh sehingga masyarakat Desa Srimukti memaksa pihak RS Mekarsari untuk mengambil jenazah Rosidi," tulis akun IG @medsos_kekinian.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by @medsos_kekinian (@medsos_kekinian) on

Dalam postingannya, diinformasikan jika awalnya jenazah tidak boleh dibawa pulang. Akhirnya masyarakat Desa Srimukti kompak untuk membawanya walau tidak boleh dari pihak RS Mekarsari.

"Diduga RS Mekarsari memanipulasi data," ungkap akun tersebut.

Peristiwa tersebut menambah deretan kasus warga yang bawa pulang jenazah yang dinyatakan terpapar corona oleh rumah sakit. Sebelumnya, sempat viral seorang anak bernama Andi Arni Esa Putri Abram (24) nangis histeris karena menolak almarhum ibunya Nurhayani Abram (48) yang meninggal di RS Bhayangkara Makassar akibat pembuluh darah pecah dinyatakan pasien dalam pengawasan (PDP) corona dan harus dimakamkan sesuai protokol Covid-19.

Belakangan diketahui, hasil tes almarhum Nurhayani Abram negatif corona. Kini, Andi Arni Esa Putri Abram dan keluarga sedang mengupayakan agar jenazah ibunya bisa dipindahkan ke pemakaman keluarga yang telah disiapkan. 

Kericuhan juga terjadi saat jenazah PDP diambil paksa keluarga di RS Labuang Baji, Makassar, Sulawesi Selatan. Mereka mengambil paksa jenazah karena menolak pemakaman dilakukan dengan prosedur Corona. 

Kepala Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji, Andi Mappatoba menjelaskan, pasien berjenis kelami laki-laki usia 42 tahun itu masuk ke RS Labuang Baji pada Kamis 4 Juni 2020. Saat itu, pasien mengalami keluhan sesak nafas dan keluhan yang lain.

Hal itulah yang membuat pasien dijadikan status PDP Covid-19 dan menjalani perawatan di ruang isolasi. Mappatoba menerangkan, seharunya hari Jumat 5 Juni 2020, pihaknya ingin mengambil sample SWAB.

Namun, kondisi pasien terus menurun dan dilaporkan meninggal dunia pada Jumat pagi sekitar pukul 09.15 WIB. Sesuai prosedur, seharusnya pemakaman jenazah dilakukan dengan protap kesehatan Covid-19.

Artikel Menarik Lainnya: 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Warga Nekat Bawa Pulang Jenazah dari RS Mekarsari Bekasi Gara-gara Tolak Dinyatakan Corona

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!