Muh (31) menikahi Adi atau S yang menyamar jadi Mita (25) di Lombok Barat. (Foto: Istimewa)
Muh (31), seorang pria di Desa Gelogor, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, tidak main-main saat melamar kekasihnya yang bernama Mita (25), yang dikenalnya lewat media sosial.
Bersama orang tuanya, Muh melangkah mantap menuju rumah Mita dengan membawa uang tunai Rp 20 juta sebagai maskawin atau mahar. Uang itu pun diterima oleh pihak keluarga calon istrinya.
Hari yang dinanti-nanti pun tiba. Selasa 2 Juni 2020 pukul 10.00 WITA, akad nikah dilangsungkan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kediri dan disaksikan oleh para tokoh agama dan masyarakat adat setempat.
"Ananda Muh Bin..., saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Mita Binti...dengan maskawin berupa uang sebesar 20 juta rupiah, tunai," kata orang tua perwakilan Mita saat prosesi ijab qabul.
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Mita Binti... dengan maskawin 20 juta rupiah dibayar tunai," ucap Muh dengan mantap.
Sah! Muh dan Mita pun resmi jadi suami istri. Senyum keduanya merekah di hadapan banyak orang. Hati mereka membuncah siang itu. Tak sabar rasanya Muh ingin memadu kasih dengan sang istri.
Namun, Muh terpaksa menanggung keinginannya untuk menjalani bulan madu dan menikmati malam pertama, lantaran Mita bilang padanya, "aku lagi datang bulan, Bang."
Sehari-dua hari, Muh masih bersabar. Namun pada malam ketiga, ia mulai curiga. Diam-diam ia mencari tahu identitas Mita ke orang-orang dan betapa ngenasnya ia ketika mendapati kenyataan bahwa ternyata Mita adalah seorang laki-laki, dengan nama asli S atau Adi, dari keluarganya langsung yang ada di Ampenan.
Petir serasa menyambar tubuh Muh saat itu. Untuk beberapa saat ia tak bisa apa-apa. Sementara itu, Mita, karena tahu kalau identitasnya telah terbongkar, lekas-lekas kabur dari rumah.
Terungkapnya identitas Mita pun membuat seantero Desa Gelogor, geger. Seperti halnya Muh, warga satu kampung juga terkecoh habis-habisan, tidak tahu kalau perempuan yang dinikahi Muh ternyata adalah seorang pria.
Singkat cerita, Muh berkenalan dengan Mita melalui media sosial Facebook sekitar sebulan yang lalu. Setelah menjalin hubungan secara virtual dan merasa saling cocok, mereka kemudian mengatur waktu untuk ngopi darat.
Setelah mempertimbangkan beberapa tempat yang dirasa cocok, Muh dan Mita akhirnya sepakat ketemuan di Jalan Udayana, Mataram. Pada pertemuan pertama itu, Muh sama sekali tidak bersyakwasangka terhadap penampilan Mita.
Di mata Muh, Mita tampil layaknya seorang perempuan pada umumnya: cantik dan gemulai. Suaranya pun tidak membuatnya curiga. Dari pertemuan pertama itu, mereka resmi jadian alias pacaran.
Hari-hari berlalu semenjak pertemuan pertama itu, dan gemuruh di hati Muh kian tak terkendali. Tiap malam, Muh gelisah memikirkan Mita.
"Mita, aku rindu. Kita nikah aja, yuk," begitu kira-kira dibilang Muh kepada Mita melalui telepon.
Setelah menyatakan niatnya dan Mita mengiyakan, hubungan mereka semakin serius. Hingga pada suatu malam, bersama orang tuanya, dengan mantap Muh melangkah menuju rumah Mita untuk mengantarkan maskawin.
Sebagaimana setiap pernikahan, tokoh-tokoh agama dan masyarakat pun hadir menjadi saksi pernikahan mereka. Seperti Muh, tak ada satupun hadirin di acara pernikahan itu yang menaruh curiga pada Mita, apalagi separuh wajahnya ditutupi dengan kain.
Setelah kesadarannya pulih, Muh pun segera memberitahu keluarganya yang sebenarnya dan langsung menceraikan Mita. Tak cuma itu, karena merasa telah ditipu, ia melaporkan apa yang telah menimpanya ke Polsek Kediri, pada Jumat, 5 Juni 2020.
Tak butuh waktu lama, Mita segera ditangkap oleh polisi dan ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan. Kasusnya kemudian dilimpahkan ke Polres Lombok Barat untuk menghindari amarah keluarga dan warga Desa Gelogor yang merasa telah ditipu mentah-mentah.
Seorang warga mengatakan kalau S atau Mita merupakan karyawan si sebuah salon rias pengantin.
"Nama aslinya Adi. Tapi dia dipanggil Mita. Dia orang Pejarakan Karya (Ampenan)," katanya.
Pernikahan Muh dan Mita ini pun tercatat sebagai pernikahan tersingkat yang pernah terjadi di Lombok Barat. Mereka tercatat sebagai suami-istri tak lebih dari 3x24 jam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: