Kapolri pimpin apel tanggap darurat bencana di Mako Brimob, Depok. (INDOZONE/Samsudhuha Wildansyah)
INDOZONE.ID - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung apel kesiapan tanggap darurat bencana di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, pada pagi hari tadi. Dalam amanatnya, Kapolri menekankan delapan hal untuk dijadikan pedoman para jajarannya saat bertugas.
"Kegiatan ini merupakan bentuk pengecekan terhadap kesiapan personel maupun sarpras (sarana dan prasarana) dalam pencegahan dan penanggulangan bencana alam, sehingga diharapkan seluruh personel dan stakeholder yang terlibat dapat bersinergi secara sigap, cepat dan tepat dalam menghadapi berbagai potensi bencana ke depan, demi menjamin terlindungnya keamanan dan keselamatan masyarakat," kata Kapolri dalam sambutannya, Rabu (5/11/2025).
Dalam arahannya, Kapolri menyampaikan data BNPB berkaitan dengan bencana alam yang terjadi di tanah air belakangan ini. Dia juga menyinggung berkaitan dengan curah hujan tinggi yang bisa berimbas pada bencana alam.
"Meningkatnya curah hujan berpotensi mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga gelombang tinggi, khususnya pada beberapa wilayah seperti Aceh, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua," beber Kapolri.
Baca juga: Polda Metro Gelar Apel Tanggap Bencana, Kesiapan Peralatan Penanganan Dibeberkan
Untuk itu, Kapolri menekankan perlunya langkah strategis dan koordinasi lintas sektoral untuk menghadapi hal demikian. Masih dalam kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan delapan poin penting yang harus dipedomani.
"Pertama, lakukan deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan bencana secara berkelanjutan melalui kolaborasi dengan BMKG serta berbagai pihak terkait lainnya di wilayah masing-masing," kata Sigit.
Arahan kedua, Kapolri meminta jajaranya untuk memberikan informasi dan imbauan terkait potensi ancaman bencana kepada masyarakat.
Ketiga, pastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, termasuk peralatan evakuasi, kendaraan operasional, serta ketersediaan bantuan logistik pendukung sehingga dapat segera digerakkan kapan pun dibutuhkan.
Baca juga: BMKG Aceh: Waspada Cuaca Ekstrem, Aceh Berpotensi Dilanda Bencana Hidrometeorologi
"Keempat, simulasikan kegiatan tanggap darurat bencana secara rutin sehingga sarana, edukasi, dan pelatihan kesiapsiagaan," bebernya.
"Kelima, kedepankan kecepatan dan ketepatan respons dalam tanggap darurat bencana mulai dari evakuasi, penyaluran bantuan, pemberian trauma healing, hingga percepatan pemulihan dan rehabilitasi infrastruktur, maupun kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang terdampak melalui kerjasama lintas sektoral," sambungnya.
Keenam, Kapolri meminta jajaranya untuk melaksanakan tugas kemanusiaan dengan penuh empati, humanis, serta profesional, dengan tujuan memberikan rasa aman untuk masyarakat.
Dia juga meminta seluruh kegiatan penanggulangan bencana digelar sesuai prosedur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan