Minggu, 02 NOVEMBER 2025 • 12:20 WIB

Projo Siap Ubah Logo, Tak Lagi Gunakan Siluet Wajah Jokowi

Author

Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi saat pembukaan Kongres III Projo di Jakarta. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

INDOZONE.ID - Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, mengumumkan bahwa organisasi relawan tersebut akan mengubah logo yang selama ini identik dengan siluet wajah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Perubahan ini dilakukan sebagai bagian dari transformasi organisasi dalam mendukung agenda politik Presiden Prabowo Subianto.

"Kita akan memperkuat dan mendukung agenda-agenda politik Presiden Prabowo. Dalam rangka itu, Projo akan melakukan transformasi organisasi, salah satunya kemungkinan mengubah logo Projo,” ujar Budi Arie saat Kongres III Projo di Jakarta, dikutip Minggu (2/11/2025).

Budi Arie menjelaskan bahwa keputusan final terkait perubahan logo akan ditetapkan dalam forum kongres yang berlangsung hingga Minggu (2/11/2025).

“Nanti akan kita putuskan di kongres ketiga ini. Logo Projo akan kita ubah supaya tidak terkesan kultus individu,” katanya.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa nama Projo tidak akan berubah. Menurutnya, Projo bukan singkatan dari “pro Jokowi”, seperti yang banyak diasosiasikan selama ini.

Baca juga: Serahkan Jabatan Menkop ke Ferry Juliantono, Budi Arie: Program yang Kita Bangun akan Diteruskan

“Memang enggak ada singkatan. Teman-teman media saja yang menyebut Projo itu pro Jokowi karena gampang dilafalkan,” ucapnya.

Budi Arie menjelaskan, istilah Projo berasal dari bahasa Sanskerta dan Jawa Kawi, yang berarti negeri dan rakyat.

“Projo itu artinya negeri dan rakyat. Jadi kaum Projo adalah kaum yang mencintai negara dan rakyatnya,” tambahnya.

Jokowi Setuju, Projo Dukung Penuh Agenda Politik Prabowo

Budi Arie menegaskan bahwa Presiden Jokowi telah menyetujui perubahan ini. Ia menyebut, transformasi Projo penting agar organisasi tersebut siap menghadapi tantangan geopolitik dan dinamika global ke depan.

“[Jokowi] sepakat. Kita harus mentransformasikan Projo karena tugas Projo sudah mengawal pemerintahan Pak Jokowi dua periode. Sekarang kita menghadapi tantangan baru, dan persatuan nasional menjadi kunci,” ujar mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu.

Baca juga: Fakta-fakta Pertemuan Presiden Prabowo dan Megawati, Silaturahmi Lebaran di Tengah Dinamika Politik

Dalam pidato pembuka kongres, Budi Arie menyerukan agar seluruh relawan Projo memperkuat agenda politik yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto demi mendukung seluruh agenda pemerintah.

“Kita berharap bisa memperkuat agenda politik Pak Prabowo agar kepemimpinan beliau lebih kuat, lebih solid. Karena itu, kita akan memperkuat seluruh agenda politik Presiden dengan memperkuat partai politik pimpinan Presiden,” katanya.

Ia juga mengisyaratkan kemungkinan dirinya bergabung dengan partai politik, sambil meminta pengertian dari para relawan.

“Mohon izin jika suatu saat saya berpartai, teman-teman Projo bisa memahaminya. Enggak usah ditanya partainya apa,” ujarnya.

Saat ditanya usai pembukaan kongres, Budi Arie akhirnya menjawab secara tegas:

“Iyalah, pasti Gerindra. Nanti kita tunggu dinamika di kongres ketiga ini.”

Kongres III Projo yang digelar di Jakarta ini menjadi momentum penting transformasi organisasi relawan pendukung Jokowi menuju era baru kepemimpinan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU