Sabtu, 11 APRIL 2026 • 16:23 WIB

Alasan Ahmad Sahroni Kasih Rp300 Juta ke Pegawai KPK Gadungan, Ternyata Jebakan Penangkapan

Author

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu 6 November 2024. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

INDOZONE.ID - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni membeberkan alasan dirinya memberikan uang senilai Rp 300 juta rupiah kepada wanita yang mengaku utusan pimpinan KPK. Bukan untuk urus perkara, rupanya uang tersebut sebagai jebakan untuk menangkap pelaku.

Sahroni awalnya kembali bercerita terkait kedatangan pelaku langsung ke kantor Komisi III DPR. Mengaku sebagai utusan pimpinan KPK dan meminta uang, pelaku juga meminta nomor ponsel Sahroni dalam pertemuan itu.

"Yang bersangkutan juga menyampaikan sebagai Kabiro Penindakan. Nah setelah itu duduk, itu pun duduk enggak sampai 2 menit lah kalau enggak salah, nyampein langsung. 'Ini permintaan dari pimpinan KPK, jumlah uangnya 300 juta' 'Oke, Bu nanti ya saya lagi mimpin rapat.' Balik dan dia minta nomor telepon saya, karena minta telepon saya kasih," kata Sahroni kepada wartawan, Sabtu (11/4/2026).

Dalam pertemuan itu, Sahroni juga menyebut antara pelaku dengan dirinya tidak membahas kasus di KPK melainkan pelaku meminta uang dengan dalih untuk membantu operasional pimpinan KPK. Sahroni kemudian mengaku dirinya langsung menkonfirmasi ihwal hal tersebut ke KPK dan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya.

Baca juga: 3 Preman Viral Pecahkan Mangkok saat Palak Pedagang di Jakpus Ternyata Konsumsi Narkoba

"Akhirnya dari KPK berkoordinasi dengan Polda Metro, barulah itu ceritanya berproses. Gua minta kerjasamanya untuk melakukan tangkap itu si yang gadungan. Tanggal 9 lah akhirnya berproses itu, 9 malam tuh penangkapannya perkiraan hampir jam 12-an lah," ucapnya.

Berkaitan dengan uang ratusan juta, Sahroni mengakui jika dirinya memang memberikan uang tersebut ke pelaku melalui orang suruhanya. Hal ini sebagai bukti untuk memperkuat penangkapan yang dilakukan polisi.

"Bagaimana lu mau nangkap orang kalau uangnya enggak dikasih? Kita suruh nih staf untuk kasih. Maka Gue video call-an sama yang Gue suruh untuk kasihin duit untuk memastikan jangan sampai entar uang itu enggak diterima sama yang bersangkutan, nanti bagaimana mau nangkap orang gitu," kata Sahroni.

Lebih tegas, dia sendiri membantah isu yang berhembus jika menyebut dirinya panik hingga memberikan uang tersebut ke pelaku.

"Akhirnya kasih uang nilainya dengan ekuivalen US Dolar 17.400. Nah tapi narasi orang jadi beda nih, seolah-olah Gue berperkara, padahal enggak ada. Si Ibu itu tidak ngomongin perkara, sama sekali enggak ada. Pokoknya minta duit aja atas nama pimpinan KPK," kata Sahroni.

Baca juga: Anggota DPR Jadi Korban Pemerasan Pegawai KPK Gadungan Ternyata Ahmad Sahroni

"Jadi, jangan ber-narasi seolah-olah ngurus perkara, kagak ada perkara sama sekali. Cuma minta duit aja, cuma mintanya maksa gitu. Nah kalau minta maksa, kalau dibilang pemerasan tapi hukum tidak bilang pemerasan, itu adalah penipuan mengatasnamakan lembaga," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU