Rabu, 08 APRIL 2026 • 15:57 WIB

Sah! Jusuf Kalla Polisikan Rismon Buntut Tudingan Danai Isu Ijazah Palsu Jokowi

Author

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (tengah) menyampaikan keterangan usai melaporkan dugaan pencemaran nama baik di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)

INDOZONE.ID - Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) resmi melaporkan peneliti forensik digital, Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri pada hari ini.

JK menyoalkan tudingan yang menyebut dirinya sebagai pendana atas sengkarut kasus tudingan ijazah Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) palsu.

"Ya seperti juga anda ketahui saya datang untuk membuat laporan polisi. Ternyata panjang juga prosesnya," kata JK kepada wartawan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Baca juga: Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik

JK secara terang benderang menyebut jika dirinya melaporkan Rismon. Laporan tersebut diterima oleh Bareskrim Polri dan teregister dengan nomor STTL/135/V/2026/Bareskrim.

"Laporan polisi saya melaporkan saudara Rismon Sianipar atas perbuatannya yang saya anggap itu merugikan saya karena mengatakan saya ini mendanai Roy Suryo dan kawan-kawan untuk soal ijazah Pak Jokowi," tegas JK.

JK mengatakan jika dirinya merasa sangat tidak etis jika muncul tudingan dirinya menandai kasus ijazah Jokowi. Dia juga menegaskan jika dirinya tidak mungkin mendanai orang untuk menyoalkan ijazah Jokowi ke pihak kepolisian.

"Pertama juga ini tersebar luas, dan bagi saya ini suatu penghinaan. Karena sangat tidak etis bagi saya, Pak Jokowi itu Presiden yang saya wakilnya. Kita sama-sama di pemerintahan, bersama-sama selama lima tahun, masa saya bayar orang Rp 5 Miliar untuk menyelidiki beliau. Itu tidak pantas dan tidak mungkin saya lakukan," kata JK.

Ketika disinggung terkait koordinasi dengan Jokowi sebelum membuat laporan polisi, JK menyatakan dirinya tidak berkoordinasi dengan Jokowi. Hal itu karena dia menilai persoalan ini merupakan persoalannya.

Baca juga: Beredar Video Jusuf Kalla Disebut Terbang ke Iran di Tengah Panasnya Perang, Begini Faktanya

"Tidak, ini kan masalah saya. Martabat saya yang dilecehkan. Saya tidak mempunyai sifat itu, mengkritik orang dari belakang. Kalau saya tidak suka saya katakan tidak suka atau tidak benar. Masa saya bayar orang untuk, enggak lah," pungkas JK.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU