Love Scam Internasional di Tangerang Dibongkar Imigrasi: Modus Video Nggak Senonoh, Rekam lalu Peras
INDOZONE.ID - Sindikat love scam internasional di Gading Serpong, Tangerang, dibongkar Direktorat Jenderal Imigrasi.
Sebanyak 27 WNA diamankan, mayoritas warga negara China dan satu dari Vietnam.
Modusnya memanfaatkan media sosial dan kecerdasan buatan untuk memeras korban.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, menjelaskan bahwa pengungkapan ini berawal dari profiling dan pendalaman terhadap sejumlah lokasi yang dicurigai.
“Pada 8 Januari 2026, tim Wasdakim bergerak ke lokasi pertama di Gading Serpong dan mengamankan 14 orang asing,” kata Yuldi dikutip dari laman Ditjen Imigrasi, Senin (19/1/2026).
Mereka terdiri dari 13 WN China dan satu WN Vietnam. Di lokasi tersebut, petugas menemukan komputer, ponsel, serta dua paspor China atas nama HJ dan ZR.
Baca juga: 2 Pria Penyuka Sesama Jenis Ternyata Pelaku Kasus Asusila di Transjakarta, Ini Kronologinya
Bagaimana Modus Love Scam?
Penyelidikan Imigrasi menemukan bahwa sindikat ini menjalankan love scam berbasis teknologi. Para pelaku menyasar korban lewat media sosial.
Percakapan dibangun dengan bantuan kecerdasan buatan Hello GPT, agar komunikasi terasa natural dan meyakinkan.
Baca juga: KPK Tangkap Bupati Pati Sudewo dalam OTT Ketiga 2026
Setelah korban percaya, pelaku mengirim foto tidak senonoh untuk memancing panggilan video.
“Saat video call berlangsung, aksi direkam dan digunakan untuk pemerasan. Korban diancam rekamannya akan disebar jika tidak mengirim uang,” jelas Yuldi.
Pengembangan Kasus
Dari lokasi awal, tim Imigrasi melakukan pengembangan ke sejumlah titik lain di Tangerang dan Tangerang Selatan.
Pada 10 Januari 2026, seorang WN China berinisial MX diamankan di apartemen kawasan BSD. Ia diketahui overstay selama 137 hari.
Di hari yang sama, enam WN China lain diamankan di Curug Sangereng, Gading Serpong.
Dua di antaranya juga overstay dan sempat melawan petugas.
“Mereka bahkan mencoba mengelabui petugas dengan dokumen palsu,” ungkap Yuldi.
Bos di Balik Layar
Penyelidikan Imigrasi mengungkap bahwa sindikat love scam internasional ini dikendalikan lintas negara.
Pendanaan diduga berasal dari seorang penyandang dana di China berinisial ZH. Operasional di Indonesia dipimpin oleh ZK sebagai bos utama.
Sementara itu, pelaksana lapangan disebut berinisial ZJ alias Titi, dibantu pasangan suami istri CZ dan BZ.
Lebih dari 100 WNA Masuk Daftar Pantauan
Imigrasi mencatat masih ada 105 WNA Tiongkok lain yang diduga terkait jaringan ini. Mereka telah dimasukkan ke dalam daftar Subject of Interest.
Dua orang di antaranya sudah lebih dulu diamankan saat melintas di bandara dan kini menjalani pemeriksaan lanjutan.
Hingga kini, seluruh 27 WNA yang ditangkap telah dibawa ke Ditjen Imigrasi untuk pendetensian dan pemeriksaan intensif.
“Imigrasi tidak akan mentolerir aktivitas WNA yang melanggar hukum dan mengancam keamanan masyarakat,” tegas Yuldi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ditjen Imigrasi