Rabu, 29 OKTOBER 2025 • 08:40 WIB

Anggota DPRD DKI Sesalkan Relokasi Paksa Pedagang Pasar Burung Barito

Author

Pedagang mengangkut barang dagangan ke truk saat pembongkaran Pasar Burung Barito di Jalan Barito Satu, Jakarta. (ANTARA FOTO/Muhammad Rizky Febriansyah)

INDOZONE.ID - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, August Hamonangan, menyayangkan langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang melakukan relokasi paksa terhadap pedagang Pasar Burung Barito, Jakarta Selatan.

“Saya menyayangkan Pemprov DKI telah melakukan relokasi paksa terhadap para pedagang di Pasar Burung Barito. Apalagi, saya mendapatkan kabar bahwa terjadi kekerasan,” ujar August di Jakarta, dikutip Rabu (29/10/2025).

Relokasi tersebut dilakukan Pemprov DKI pada Senin (27/10/2025), yang diwarnai kericuhan antara pedagang dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Dalam insiden itu, sejumlah hewan peliharaan milik pedagang dilaporkan mati.

Hilangnya Ikon Jakarta Selatan

August menilai tindakan Pemprov DKI tersebut telah menghapus salah satu ikon penting Jakarta Selatan, karena Pasar Burung Barito dan para pedagangnya selama ini menjadi bagian dari identitas kawasan tersebut.

Baca juga: Jakarta Bangun Pusat Satwa Modern, Pedagang Barito Dapat Fasilitas Relokasi Nyaman

“Seharusnya ini tidak terjadi dan Pasar Burung Barito beserta pedagangnya bisa dijadikan bagian tak terpisahkan dari taman yang akan dibangun nantinya,” katanya.

Menurutnya, relokasi paksa itu dilakukan demi proyek pembangunan Taman Bendera Pusaka di kawasan Taman Langsat, yang berimbas langsung pada penggusuran para pedagang Pasar Burung Barito.

August juga menyesalkan sikap Pemprov DKI Jakarta yang dianggap tidak mau berkompromi dengan pedagang.

“Dalam prosesnya selama ini, Pemprov DKI juga terbukti telah berkali-kali menolak untuk berbicara dengan akal sehat menemukan titik tengah dari permasalahannya dengan para pedagang,” ujarnya.

Ia menyebut Pemprov DKI terlalu memaksakan ambisi membangun taman tanpa mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi masyarakat kecil yang terdampak.

Pemprov DKI Klaim Penertiban Humanis

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan bahwa penertiban dilakukan secara humanis dan sudah melalui tahapan peringatan.

Baca juga: Lokbin Barito Akan Digabung dengan Kantor Pemadam dan Satpol PP

"Pelaksanaan pembersihan dilakukan karena sudah diberikan SP1, SP2, SP3 dan kami sangat humanis, manusiawi sekali. Alhamdulillah pelaksanaan di lapangan dari jam lima pagi tadi sampai sekarang berjalan dengan baik,” kata Pramono di Jakarta Barat.

Pramono menjelaskan bahwa barang-barang pedagang yang belum sempat diambil telah diamankan oleh petugas dan bisa diambil kapan saja. 

Ia juga memastikan bahwa para pedagang kini dapat menempati lokasi baru di Sentra Fauna Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU