Senin, 08 SEPTEMBER 2025 • 14:41 WIB

KPAI Sebut Pelaku Kasus Pembunuhan Anak Didominasi oleh Ibu, Ini Penyebabnya

Author

Komisioner KPAI Diyah Puspitarini. (ANTARA/Azmi Samsul Maarif)

INDOZONE.ID - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut mayoritas kasus pembunuhan anak oleh orang tua atau filisida, dilakukan oleh ibu korban. 

Komisioner KPAI Diyah Puspitarini mengatakan, hal ini berdasarkan data yang dikumpulkan KPAI dari kasus-kasus yang terjadi sepanjang tahun 2024.

"Kalau kita melihat di Indonesia, di tahun 2024, untuk kasus filisida itu memang paling banyak pelakunya adalah ibu. Filisida maternal," kata Diyah saat dihubungi di Jakarta, Senin (8/9/2025).

Ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebab terjadinya hal ini. Namun Diyah menyoroti salah satu sebabnya, yaitu faktor persoalan ekonomi keluarga. 

Menurutnya, butuh keterlibatan semua pihak agar kasus seperti ini tidak terulang. Masyarakat, terutama yang berada pada satu lingkungan, dapat berperan besar agar tak ada lagi anaka-anak yang menjadi korban orang tuanya.

Baca juga: Anggota DPRD Wakatobi Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan Anak

"Memang ini sebuah keprihatinan dan kami sangat berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali dan kepada masyarakat tentunya harus bisa melakukan pencegahan, terutama kalau persoalannya ekonomi," kata Diyah Puspitarini.

Pada Jumat (5/9/2025), kasus filisida maternal terjadi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Seorang ibu berinisial EN (34 tahun), diduga meracuni dua anaknya yang berusia 9 tahun dan 11 bulan, sebelum menggantung dirinya sendiri hingga tewas. 

Peristiwa tragis ini diketahui pertama kali oleh YS, suami EN yang baru pulang kerja sekitar waktu subuh pada hari yang sama.

Saat mendatangi lokasi, polisi menemukan sebuah surat wasiat yang ditinggalkan oleh korban, berisi curahan hati tentang penderitaan hidup dan kekesalan sang istri kepada suaminya.

Baca juga: Kasus Kekerasan Seksual Anak di Bekasi: Keluarga Minta Polisi Segera Tangkap Tersangka

Sementara itu, pada Agustus 2025, terjadi filisida maternal di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Dua anak perempuan kakak beradik berusia 6 dan 3 tahun ditemukan tewas di Pantai Sigandu, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Sementara ibunya berinisial VM (31 tahun) ditemukan bersembunyi di dalam toilet portabel di sekitaran lokasi kejadian.

Kejadian tragis ini bermula ketika pada Rabu (30/7/2025) pagi, VM membawa kedua anaknya ke tengah laut hingga keduanya tenggelam.

Namun VM terseret ombak hingga ke tepi pantai. Ia pun kemudian bersembunyi di dalam toilet. Sore harinya, polisi menemukan VM dalam kondisi linglung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU