Kamis, 05 JUNI 2025 • 08:33 WIB

Gubernur Dedi Mulyadi Resmi Hapus PR Bagi Pelajar di Jawa Barat, Fokus Belajar Cuma di Sekolah!

Author

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

INDOZONE.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengambil langkah berani di dunia pendidikan. Mulai tahun ajaran 2025/2026, seluruh siswa di provinsi ini tidak lagi diberi pekerjaan rumah (PR).

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 81/PK.03/DISDIK tentang Optimalisasi Pembelajaran di Lingkungan Satuan Pendidikan, yang diterbitkan pada Rabu, 4 Juni 2025.

Menurut Dedi, keputusan ini diambil untuk meningkatkan efektivitas belajar siswa sekaligus menjaga keseimbangan hidup mereka.

Baca Juga: Suami Pemabuk Bakal Dikirim ke Barak Militer oleh Dedi Mulyadi

Ia menyebut, selama ini PR kerap kali justru dikerjakan oleh orang tua, bukan siswa itu sendiri. Akibatnya, tugas tersebut tidak memberi manfaat maksimal bagi proses pembelajaran.

"Seluruh pekerjaan sekolah dikerjakan di sekolah, tidak dibawa menjadi beban di rumah. Di rumah anak-anak itu rileks, baca buku, berolahraga, dan membantu orang tuanya," kata Dedi dalam pernyataannya di Instagram miliknya @dedimulyadi71.

Dedi Mulyadi Resmi Hapus PR Bagi Pelajar di Jawa Barat (Instagram/dedimulyadi71)

Langkah ini juga sejalan dengan aturan jam malam bagi siswa yang sudah diterapkan sebelumnya. Anak-anak tidak diperkenankan keluar rumah setelah pukul 21.00 WIB, kecuali dengan pendampingan atau alasan yang sangat mendesak dan atas izin orang tua.

Selain penghapusan PR, Pemprov Jawa Barat juga akan memberlakukan jam masuk sekolah lebih awal, yakni pukul 06.30 WIB mulai tahun ajaran baru.

Harapannya, dengan waktu belajar yang lebih terstruktur dan fokus di sekolah, siswa bisa tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara fisik dan mental.

"Dan saya sampaikan bahwa dalam tahun ajaran baru 2025/2026 Sekolah di Jawa Barat dimulai pukul 6.30," dikutip dari pernyataan Dedi Mulyadi di Instagram miliknya @dedimulyadi71.

Dedi pun menyadari bahwa kebijakannya ini akan menuai pro dan kontra dibanyak kalangan.

"Untuk itu, pasti kebijakan saya ada pro dan kontra. Bagi saya, pro dan contra adalah hal yang biasa dalam demokrasi, tetapi yang terpenting adalah tujuan utama kita adalah untuk mewujudkan anak-anak Jawa Barat cager, bager, bener, pinter jeung siger" Tutup Dedi dalam pernyataannya.

Dengan kebijakan berani yang di ambil oleh Dedi Mulyadi ini, Jawa Barat menjadi provinsi pertama di Indonesia yang secara resmi menghapus PR dari sistem pendidikan formal.

Baca Juga: Deretan Jawaban Menohok dari Gubernur Dedi Mulyadi Usai Disebut Sebagai 'Gubernur Konten'

Pemerintah juga berharap langkah ini bisa menginspirasi daerah lain dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih manusiawi dan adaptif terhadap kebutuhan anak-anak.


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk, bikin cerita dan konten serumu, serta dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/@dedimulyadi71

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU