Jumat, 21 MARET 2025 • 10:13 WIB

Tinjau Bahan Pangan Pokok di Pasar Prawirotaman Yogya, Wemendag Dyah ungkap Hal Ini

Author

Momen Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri saat berdialog kepada salah satu pedagang beras di Pasar Prawirotaman Yogyakarta, pada Jumat (21/3/2025)

INDOZONE.ID - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri dalam kunjungannya ke Kota Yogyakarta pada Jumat (21/3/2025), menargetkan mulai pada 20 Maret 2025, kegiatan operasi pasar, yang sudah terlaksana di 4.107 titik se-Indonesia. 

Kemendag mengadakan operasi pasar dengan menggandeng PT Pos Indonesia sebagai mitra serta berkoordinasi kementerian terkait. Seperti Kementerian BUMN yang terus memantau ketersediaan pasokan bahan kebutuhan pokok di masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri nanti. 

Dalam kunjungannya itu, Wamendag Dyah disambut hangat oleh Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Veronica Ambar, Bulog, dan jajaran Pemkot Yogyakarta lainnya.

"Kami dari Kemendag aktif di masa Ramadan ini hingga menjelang Idul Fitri untuk memantau harga bahan pokok. Kali ini kami telah memantau harga di Pasar Prawirotaman," kata Dyah Roro usai peninjauan.

Dari pemantauan tersebut, pihaknya memantau sejumlah bahan pokok pangan mulai dari daging ayam, beras, dan minyakita.

"Hasilnya masih sesuai HET dan sesuai harga acuan baik itu daging ayam. Tadi kita juga mengecek dua paket minyak kita dan takarannya sesuai. Ada sedikit toleransi toleransinya buat minyakita itu 15 ml dan Alhamdulillah semuanya sesuai," ungkapnya.

Berkaitan dengan harga bahan pangan pokok yang dikhawatirkan tiba-tiba naik drastis, ia berupaya akan memantau terus dengan membagi tugas bersama Mendag (Menteri Perdagangan) di berbagai wilayah untuk memastikan bahwa harga itu stabil.

"Kalaupun ada lonjakan harga lalu kemudian dari segi suplainya tidak mencukupi, kita tentu mempunyai pemantauan di Jakarta yang di mana kita bisa melihat di seluruh Indonesia di setiap wilayah itu supplainya seperti apa, jika butuh maka kita tekankan untuk kemudian nanti kita akan berkoordinasi juga dengan produsennya," ujarnya.

Cuaca Faktor Fluktuatif Harga Bapok

Momen Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri saat mengecek Minyakita di Pasar Prawirotaman Yogyakarta, pada Jumat (21/3/2025)

Namun, menurut Dyah fluktuasi harga yang masih terjadi pada bahan kebutuhan pokok (bapok) utamanya dipengaruhi oleh faktor cuaca.

BACA JUGA Kunker Titiek Soeharto ke Pasar Beringharjo, Pedagang Berharap Akan Hal Ini

"Ada hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan seperti cuaca, yang mana biasanya mengakibatkan stok cabai semakin menurun akibatnya harga semakin meningkat. Tentunya hal ini diluar dari kendali kita juga. Fluktuatif harga karen cuaca ini sangat signifikan ya," ucapnya.

Dengan demikian, Kemendag kembali menegaskan akan terus berkoordinasi dengan Kementerian BUMN dan pelaporan juga dilakukan setiap hari, sehingga jika diketahui terjadi kelangkaan di suatu daerah akan segera dikomunikasikan dan dicarikan solusi. 

"(Sekali lagi) kita akan selalu melakukan pemantauan ya. Tapi hasil dari pemantauan kami khususnya untuk wilayah ini semua masih relatif stabil," jelasnya.

Selain itu, ia mengapresiasi terhadap bangunan yang dimiliki Pasar Prawirotaman. Ia menilai, pasar ini memiliki kriteria pasar yang SNI (Standar Nasional Indonesia).

"Harapannya semoga kondisi stabil stoknya terus ada dan masyarakat bisa berbelanja di pasar yang ternyata sangat luar biasa ini. Pasar ini menjadi pasar yang standar yang SNI," tuturnya.

Senada dengan Wamendag, Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengaku untuk stok ketersediaan dan harga bapok di pasar ini sama dengan pemantauannya di Pasar Beringharjo beberapa waktu yang lalu.

"Kalau tentang harga dan ketersediaan kemudian kontroling stok sama dengan Pasar Beringharjo yang kemarin saya sampaikan semua terjaga dengan baik ya," katanya usai mendampingi Wamendag di Pasar Prawirataman.

Momen Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri saat berkunjung di Pasar Prawirotaman Yogyakarta, pada Jumat (21/3/2025)

"Di sini lebih bagus karena semua berjalan dengan baik di sini mulai bisa pakai qris, kemudian gosend juga bisa. Jadi meski pasar tradisional tapi dengan sistem layanan yang modern dan juga bersih, saya lihat pasarnya bersih," katanya.

"Seperti yang bu wamen tadi sampaikan bahwa ini pasarnya bersih modern untuk pelayanannya. Saya kira masyarakat cukup terlayani dengan baiklah di pasar ini," sambungnya.

Karena kondisi harga dan ketersediaan cukup stabil, Hasto berharap Kota Yogyakarta dapat mewujudkan program Presiden Prabowo Subianto yang menggaungkan tahun 2025 ini Kota Yogyakarta mandiri pangan.

BACA JUGA: Wamendag Siap Dorong Pembangunan Sumatera Utara yang Miliki Kekayaan Alam Melimpah

Ia bilang, terus menjaga beberapa kebutuhan pokok yang terindikasi akan naik.

"Contohnya seperti minyak goreng, kemudian beras, itu semua terkondisi dengan cadangan backup bulog ya. Dan pemerintah melalui BUMN memang menjaga betul itu," tuturnya.

"Saya tadi lihat beras itu cukup terjaga dan tersedia dan Bulog juga percaya diri banget bahwa tidak akan impor tapi tersedia. Kan pak presiden sudah menggaungkan tahun 2025 ini harus bisa mandiri pangan dan swasembada beras," lanjutnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU