Sederet Fakta Pembunuhan Pria Dibungkus Tikar di Bekasi: Didalangi Teman yang Numpang Tinggal di Rumah Korban
INDOZONE.ID - Pria berinisial MAW (39) ditemukan tewas dalam kondisi yang mengenaskan dengan dibungkus tikar di rumahnya sendiri yang berlokasi di Jalan Nusa Penida, Aren Jaya, Kota Bekasi.
Pihak kepolisian sendiri diketahui sudah berhasil membongkar misteri berkaitan dengan kasus ini.
Sabtu, 8 Maret 2025, Indozone merangkum secara singkat fakta-fakta dibalik kasus ini mulai dari jejak teman SD meminta menumpang tinggal di rumah korban hingga berakhir mencabut nyawa korban secara sadis dengan tujuan menguasai harta korban.
Baca Juga: Pembunuh Pria Dibungkus Tikar di Bekasi Ditangkap, Pelaku Teman SD Korban
Berikut fakta-faktanya:
1. Diawali Temuan Jasad Korban
Kasus ini terbongkar diawali dari korban yang tak kunjung terlihat. Saksi yang curiga sontak mendatangi rumah korban pada Senin, 3 Maret 2025 lalu. Rumah korban saat itu dalam posisi dikunci menggunakan kunci tambahan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi sebelumnya mengatakan jika saksi berhasil masuk ke dalam rumah korban. Saat dicek oleh saksi, ditemukan korban sudah dalam keadaan tewas di area belakang rumah.
"Korban ditemukan mengeluarkan bau tak sedap. Posisi korban terbungkus tikar dan kasus, hanya bagian kaki yang terlihat," kata Kombes Ade Ary sebelumnya.
2. Polisi Gelar Penyidikan
Mendapat informasi tersebut, polisi langsung melakukan penyidikan. Polisi juga langsung menduga jika korban tewas akibat dibunuh.
Baca Juga: Pria Tewas Diduga Dibunuh Ditemukan di Bekasi, Kondisinya Dibungkus Tikar
3. Pelaku Ditangkap
Tak perlu berlama-lama melakukan penyidikan, jajaran Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya akhirnya berhasil menguak kasus ini kurang dari 24 jam setelah penemuan jasad korban. Polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan terhadap korban berinisial HJ.
"Pelaku ini merupakan teman SD korban," kata Ade Ary.
4. Numpang Tinggal Berujung Korban Dibunuh
Kasus ini rupanya bermula dikala pelaku meminta untuk tinggal di rumah korban. Alasannya rumah pelaku yang jauh jaraknya menuju kantornya.
Pelaku diketahui bekerja sebagai sekuriti di salah satu mal sedangkan korban berprovesi sebagai ojek online. Selama menginap, pe;laku selalui memperhatikan korban.
Jumat, 28 Februari 2025 subuh, pelaku terbangun dan melihat korban masih tertidur. Pelaku langsung mengambil kayu, sejurus kemudian aksi pembantaian terjadi.
"Pelaku dengan menggunakan sebatang kayu memukul kepala belakang korban bagian kanan bertubi-tubi sebanyak enam kali hingga mengeluarkan darah kemudian memukul perut bagian kanan," kata Ade Ary.
5. Modus Kuasai Harta Korban
Setelah korban tewas, pelaku mengambil tas, hp dan motor milik korban kemudian pergi unyuk menuju ke rumahnya. Diperjalanan, pelaku membuat tas dan hp korban, namun untuk motor korban digunakan oleh pelaku.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung