Tanda-tanda Turki Terancam Bangkrut Seperti Sri Lanka, Harga Gas Elpiji "Meledak" Hebat!
Bank Dunia merilis ada sembilan negara yang terancam bangkrut seperti Sri Lanka, salah satunya adalah Turki. Negara yang masuk anggota G20 ini, mengalami krisis akibat hiperinflasi. Sejak Juni 2022, inflasi melesat 78,62% (year on year).
Kondisi ini merupakan yang tertinggi, dalam 24 tahun terakhir! Harga-harga naik hampir setiap hari. Elisa Oktaviana, Tim Z Creators yang bermukim di Kota Antalya, Turki, memantau langsung dampak kenaikan harga pada beberapa sektor.
Tarif Angkutan Umum Naik 123%
Melonjaknya harga BBM, mendorong kenaikan tarif angkutan umum. Di kota Antalya, ongkos tram dan bus naik bertahap sejak September 2021. Tarif penumpang umum yang semula 3,65 TL (sekitar Rp3.100) menjadi 8 TL (sekitar Rp6.800). Sementara, tarif pelajar dari 2,1 TL (sekitar Rp1.800), naik menjadi 4 TL (sekitar Rp3.400).
Harga Elpiji Naik Turun
Di Turki, elpiji umumnya digunakan untuk bahan bakar kendaraan dan memasak. Ada lebih dari lima perusahaan yang memproduksi elpiji di Turki. Harga yang mereka tetapkan, nyaris sama.
Per Januari 2022, elpiji tabung 12 kg, harganya berkisar Rp183 ribu sampai Rp186 ribu. Per Juli, harga meledak di kisaran Rp256 ribu sampai Rp265 ribu. Harga ini sedikit lebih rendah dibandingkan Juni.
‘Turun Kelas’, Warga Belanja Pakaian di Pasar Tradisional
Sebelum krisis, warga umumnya berbelanja produk tekstil di shopping mall. Sejak hiperinflasi menghantam, banyak yang beralih ke pasar-pasar tradisional. Warga bisa membeli pakaian dari brand-brand lokal ternama, dengan harga sangat terjangkau. Mulai dari Rp20 ribuan.
Banyak lapak yang menjual pakaian branded koleksi tahun sebelumnya. Ada juga produk yang engga lolos quality control alias reject.
Upah Naik Berkali-kali, Daya Beli Tetap Lemah
Per Januari 2022, pemerintah Turki menaikkan upah minimum 50%, menjadi 4.250 TL (sekitar Rp3,8 juta). Juli 2022 ini, upah minimum kembali naik 30%, menjadi 5.500 TL (Rp 4,6 juta). Tapi, harga-harga makanan sudah melambung lebih dari 90%.
Ditambah kenaikan tarif listrik, air, bbm dan transportasi. Belum lagi harga sewa apartemen dan rumah yang naik hampir 200%, sejak perang Rusia-Ukraina meletus! Banyaknya Arus imigran dari kedua negara membuat harga properti di sejumlah provinsi meroket, termasuk di Antalya.
Warga Berburu Roti Subsidi
Roti merupakan makanan pokok orang Turki. Warga yang semula membeli roti di bakery shops, banyak yang beralih ke halk ekmek atau roti rakyat. Roti subsidi ini biasanya dijual di kios-kios pinggir jalan yang dikelola pemerintah.
Roti baquette ukuran 250 gram, harganya 2 TL (Rp1.700). Sementara di swalayan dan bakery shop, roti seberat 210 gram dibanderol mulai dari 4 TL (Rp3.400). Naiknya harga roti dipicu ketergantungan Turki pada impor gandum Rusia dan Ukraina.
Krisis ekonomi yang melanda Turki disebabkan banyak faktor. Mulai dari kebijakan suku bunga Bank Sentral Republik Turki, pandemi Covid-19, perang Rusia-Ukraina dan jebloknya nilai tukar Turkish Lira terhadap dollar Amerika.
Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: