Rabu, 29 DESEMBER 2021 • 19:49 WIB

PAN Tak Baper dengan Hasil Survei Elektabilitas Hanya Satu Persen

Author

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Viva Yoga Mauladi. (ANTARA/Widodo S. Jusuf/ed/ama/pri)

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi mengaku tidak kaget, panik ataupun tidak baper ihwal survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC). Dalam survei itu menunjukkan elektabilitas PAN tak sampai 4 persen.

“PAN tidak kaget, tidak panik, dan juga tidak “baper” dengan hasil survei itu karena sejak 2004 hingga tahun 2021 saat ini ketika PAN di survei, elektabilitasnya ya selalu berkisar antara 1 sampai 2% saja,” kata Viva kepada wartawan, Rabu (29/12/2021).

Viva menekankan PAN masif membuat program dan kegiatan masyarakat. Namun ketika di survei hasilnya selalu konstan, menjadi partai Nasakom atau partai yang nasibnya satu koma saja.

Oleh sebab itu berdasarkan survei yang dilakukan lembaga survei tersebut maka sejak pemilu 2004 PAN seharusnya tidak lolos parlimentary threshold.

Baca juga: Survei SMRC: PDIP Nomor Wahid, Disusul Golkar-Gerindra

“Kenyataannya hasil perolehan suara PAN di pemilu ternyata berbeda 500% dengan hasil survei,” bebernya.

Viva menambahkan bahwa pada Pemilu 2004 PAN memeroleh suara nasional sebesar 6,44%, Pemilu 2009 sebesar 6,01%, Pemilu 2014 sebesar 7,59%, dan Pemilu 2019 sebesar 6,84%. Sehingga ada perbedaan sebesar 500% antara prediksi melalui hasil survei oleh para lembaga survei dengan hasil resmi pemilu yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Aneh kan? Masak hasilnya berbeda 500% ketika PAN di survei. Apakah lembaga survei itu tidak kredibel? Tidak berlandaskan pada kaidah ilmiah? Atau karena faktor lain?,” urai dia.

“Salah satu alasan para surveyor ketika kami menanyakan mengapa hasil survei selalu berbeda dengan hasil pemilu. Mereka menjawab karena yang berperan penting adalah pergerakan para caleg PAN sehingga hasil pemilu berbeda dengan hasil survei,” tambahnya.

Untuk itu, apapun hasil survei yang dilakukan oleh lembaga survei tersebut tetap akan menjadi cermin evaluasi diri, sebagai input data bagi PAN untuk memperkaya informasi dalam membuat perencanaan strategis pemenangan pemilu 2024.

“PAN secara rutin dan berkala telah melakukan survei yang dilakukan oleh lembaga survei independen untuk mengetahui elektabilitas, prioritas program, dan variabel lain yang dibutuhkan PAN. Dan hasil survei internal tersebut memang berbeda dengan rilis yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei sejak tahun 2004 sampai sekarang,” tukasnya.

Diketahui berdasarkan survei hasil survei SMRC menunjukkan elektabilitas PDIP berada diangka 25,2 persen. Nomor dua ada partai Golkar sebesar 11,2 persen dan partai Gerindra 10,8 persen yang berada di posisi ketiga.

Untuk posisi keempat, diikuti oleh PKB dengan elektabilitas 8,4 persen. Lalu Demokrat 6,2 persen dan PKS 5,1 persen. Berdasarkan hasil survei SMRC hanya ada enam partai ini yang masih berada di atas ambang batas parlemen empat persen.

Hasil survei selanjutnya ada Partai NasDem dengan elektabilitas 3,4 persen, PPP 2,7 persen, Perindo 2,0 persen, PAN 1,8 persen dan Hanura 0,6 persen.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU