Kejadian pilu menimpa seorang ibu muda berinisial Z (19 tahun) di Kecamatan Tambusai Timur, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Dia diperkosa empat pria secara bergilir hingga berulang kali sejak September - Oktober 2021 di rumahnya.
Selama ini Z tidak berani bersuara karena selalu diancam akan dibunuh oleh pelaku. Z mengatakan, keempat pelaku tersebut berinisial DK, AT, ML dan ZM.
"Saya takut, mereka ngancam terus pakai pisau. Pakai senjata api juga ngancam terus," kata Z kepada wartawan.
Diperkosa di tempat dan waktu berbeda
Z mengaku diperkosa oleh keempat pelaku di tempat dan waktu yang berbeda. Kejadian itu terus terjadi ketika suaminya bekerja. Ia dan kedua anaknya yang berusia 3 tahun dan 2 bulan di rumah.
"Kalau diperkosa oleh DK ada 3 kali, di springbed, sofa sama hotel. Lalu si AT dan ML 2 kali (di rumah), sekali di belakang kuburan," ujar Z.
Tak hanya itu, ibu muda ini juga mengaku pernah diperkosa oleh DK di kantor organisasi kepemudaan yang berada di depan rumahnya. Bahkan DK juga yang mengajak teman-temannya (tiga pelaku lainnya) memperkosa dan merampas uang Z.
Diancam pakai pisau dan senjata api
Selama Z tak berani bersuara akan kejadian tersebut karena kerap diancam akan dibunuh DK dan pelaku lainnya. Setiap usai melakukan perbuatannya, pelaku akan mengancamnya menggunakan pisau dan senjata api. Para pelaku juga mengancam akan membunuh anak Z.
"Saya ditodong, tangan kanan dia pegang pisau. Dia bilang mau bunuh saya dan anak saya jika lapor ke suami saya," kata Z.
Saat diperkosa, Z tidak bisa melawan karena lehernya kerap ditodong pakai pisau atau senjata api mirip pistol.
Bayi meninggal usai dibanting
Peristiwa itu semakin memilukan ditambah bayi Z yang baru berusia 2 bulan meninggal dunia usai dibanting oleh DK.
"Anak saya diempas sama DK, saat itu suami saya pergi mancing. Anak saya ditarik tangannya, dihempaskan ke kasur dan kejang-kejang. Saya tidak tahu mau ngapain, langsung dipaksa," ujar Z.
Tak berapa lama setelah dibanting DK, bayi malang itu meninggal dunia.
Baca juga: Fakta-Fakta Guru Pesantren Bandung yang Perkosa Belasan Santri Sampai Hamil
Dicekoki Narkoba
Tak hanya diperkosa, Z juga mengaku sempat dicekoki narkoba oleh pelaku hingga membuatnya sakit sampai muntah-muntah.
"Siap dicekoki itu demam, muntah-muntah dan sakit. Saat itu korbankan sedang ASI, sedang menyusui, dibawa ke bidan. Kata bidan kayak keracunan. Tidak lama bayi ini meninggal," ujar Z.
Trauma berat
Pengacara Z, Andri Hasibuan mengaku kliennya itu mengalami trauma berat akibat rentetan kejadian tersebut. Tak hanya Z, keluarganya juga kerap mendapat ancaman dari pelaku jika berani melaporkannya ke polisi.
Selain itu, Andri menambahkan bahwa DK kini telah berhasil diamankan oleh warga dan suami korban setelah Z buka suara. DK telah diserahkan ke Polsek Tambusai Utara.
Sementara itu, ketiga pelaku lainnya masih terus mengancam Z dan keluarga untuk menyelesaikan masalah tersebut secara damai.
Penjelasan polisi
Sementara itu, Kapolres Rokan Hulu, AKBP Wimpiyanto juga membenarkan penangkapan DK. Ia menyebut, saat melaporkan kejadian Z tidak ada memberitahu kalau bayinya ada dibanting. Saat itu ia datang ke kantor bersama bayinya masih dalam keadaan sehat.
"Bayi meninggal baru 2 minggu lalu. Sudah kita tanya juga dengan orang desa dan orang kesehatan di sana kematian bayi itu karena masuk angin," kata Wimpiyanto.
Lebih lanjut Wimpiyanto mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah menerima laporan dugaan pemerkosaan ini pada Oktober lalu. Berkas perkara dengan tersangka DK telah dilimpahkan ke Kejaksaan.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: