Sosok Hillary Brigitta, Anggota DPR yang Minta Ajudan dari TNI, Bapaknya Bupati 3 Periode
Nama Hillary Brigitta Lasut (25 tahun) menjadi bahan perbincangan hangat dalam beberapa jam terakhir usai menyurati Kepala Staf TNI Angkatan Darat Dudung Abdurachman untuk meminta ajudan dari TNI.
Hillary sendiri sudah menyampaikan penjelasan panjang lebar mengenai alasannya meminta ajudan dari TNI, melalui Insta Story akun Instagram-nya, @hillarybrigitta, Kamis (2/12).
"Benar, saya menyurat ke KASAD untuk memohon bantuan pengamanan sesuai dengan Permen Nomor 85 Tahun 2014," ujar anggota DPR RI termuda itu.
Siapa sebenarnya Hillary, gadis yang sudah duduk sebagai anggota DPR saat usianya masih 23 tahun itu?
1. Anak Bupati Kepulauan Talaud 3 Periode
Hillary lahir di Manado, Sulawesi Utara, 22 Mei 1996. Ia adalah putri dari pasangan Elly Engelbert Lasut dan Telly Tjanggulung (almarhum).
Ya, Elly menjabat sebagai Bupati Kepulauan Talaud pada 2004-2009, 2009-2012, dan 2020-2025 (masih menjabat sampai sekarang).
Masa jabatan Elly yang sampai tiga periode itu sendiri sudah sering dipertanyakan, baik di Sulawesi Utara maupun di tingkat nasional. Apalagi, Elly pernah terjerat kasus korupsi pada 2010, namun baru diberhentikan pada 2012.
Sampai-sampai, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey enggan melantik pria yang juga pernah jadi Ketua DPRD Kepulauan Talaud pada 2003-2004 itu.
Hingga akhirnya, pelantikan periode ketiga Elly dilakukan langsung oleh Mendagri Tito Karnavian secara tertutup di Kantor Kemendagri pada 26 Februari 2020 lalu.
2. Lulusan S-2 dari Amerika Serikat
Hillary, yang akrab disapa Hil, menempuh pendidikan dasar di SD Katolik 01 St Therst (2003-2009), SMP Manado Internasional (2009-2011), dan SMU 1 Manado (2011-2014).
Kemudian, Hil menempuh pendidikan tinggi jurusan S1 Ilmu Hukum di Universitas Pelita Harapan (2014-2018). Selanjutnya, ia melanjutkan S-2 di Universitas Washington, Amerika Serikat, jurusan Hukum Internasional (2018-2019).
Sebelum jadi anggota DPR, Hil pernah bekerja sebagai Arta Officer di Lippo Mall Puri (2018) dan juga pernah bekerja sebagai operasional direktur di CV Mutiara Sakti (2019).
3. Politikus Partai Nasdem
Hil merupakan politikus Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Ia maju sebagai calon anggota DPR dari daerah pemilihan Sulawesi Utara, dan ia berhasil meraih 70.345 suara pada Pemilu 2019.
Kini, Hil duduk sebagai anggota Komisi I di DPR.
4. Belum Menikah
Dalam penjelasannya soal mengapa ia butuh ajudan dari TNI, Hillary menyampaikan bahwa dirinya belum menikah.
"Kalau ditanya kenapa, jujur saja saya harus mengakui, cukup tidak mudah untuk menjadi seorang perempuan, berusia 20-an dan belum menikah, khususnya di dunia politik yang dinamis dan tidak tertebak," ungkapnya.
Tak cuma itu, Hillary juga mengungkapkan bahwa dirinya tinggal di ibukota dengan bibi dan adiknya yang masih kecil. Sedangkan ayahnya sering bertugas di daerah perbatasan.
"Tidak ada yang kuat secara fisik di rumah, adik laki-laki saya yang paling besar baru lulus SMP, yang paling kecil baru 3 tahun," katanya.
5. Punya Dua Adik
Dalam penjelasannya, Hillary juga mengungkapkan bahwa dirinya kini menjadi pelindung adik-adiknya, sepeninggal ibunya di awal tahun 2021 ini.
Kemudian, dia juga bilang bahwa dirinya bukan tipe perempuan yang suka diikuti dan sadar bahwa dirinya tidak jago bela diri.
"Saya perempuan yang punya cita-cita besar tapi tidak bisa menutupi kemampuan fisik saya yang terbatas. Dan walaupun saya yakin wanita bisa jadi apa saja, saya rasa tidak ada salahnya mengakui keterbatasan diri sendiri dengan meminta bantuan selama tidak menyalahi aturan," katanya.
Hillary juga menegaskan, bahwa dirinya meminta bantuan pengamanan dari TNI karena butuh dan terdesak, bukan untuk kelihatan keren saja.
"Ada hal-hal besar dan strategis yang akan saya suarakan beberapa saat ke depan dan berpotensi mengganggu sekelompok oknum, sehingga saya yakin tindakan antisipasi tidak ada salahnya," ujarnya.
Sebelumnya, Hillary menjelaskan bahwa dirinya ingin ajudan seorang tentara karena ia menilai tentara lebih siap secara fisik dan mental.
"Setelah mengetahui permen ini (Permen Nomor 85 Tahun 2014), saya yang sudah lama mempertimbangkan bantuan pengamanan memilih TNI karena secara fisik dan mental selalu siap untuk keadaan darurat," ujarnya.
Hillary bilang, dirinya tidak ingin merepotkan Kapolri karena dia mengaku sudah sering melakukannya.
"Saya terlalu sering merepotkan Pak Kapolri kalau meminta dari kepolisian," katanya.
Hillary, yang sering mengawal kasus rakyat di Sulawesi Utara, mengaku membutuhkan bantuan TNI.
"Terkait banyaknya kasus masyarakat kecil di Sulut yang saya kawal, saya merasa lebih nyaman kali ini meminta bantuan TNI," katanya.
Ia juga mengungkap bahwa dirinya butuh ajudan tentara untuk melindunginya saat bertugas di luar yang mengharuskannya bertemu banyak orang bahkan sampai larut malam.
"Serta mengeluarkan pendapat yang terkadang berbeda haluan dengan kepentingan sebagian golongan kuat, membuat ancaman dan rasa khawatir tidak terelakkan," ujar gadis berparas rupawan itu.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: