3 Fakta UMP Papua Barat Rp3,2 Juta, Harga BBM & Air Mahal, BBM Sempat Rp50 Ribu Per Liter
Pemerintah Provinsi Papua Barat menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2022 sebesar Rp3.200.000.
"UMP Papua Barat 2022 sebesar Rp3.200.000 per bulan, dan mulai berlaku sejak 1 Januari 2022," ujar Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dalam konferensi pers di Manokwari, Sabtu (20/11/2021).
Mandacan bilang, UMP Papua Barat 2022 itu ditetapkan sesuai rekomendasi dari hasil sidang Dewan Pengupahan Provinsi yang digelar pada Jumat (19/11/2021), serta disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.
"Papua Barat selalu berpedoman pada kebijakan pusat, karena upah merupakan salah satu program prioritas Pemerintah dalam mewujudkan hak pekerja atau buruh atas penghidupan yang layak bagi kemanusiaan," kata Mandacan.
Lantas, apakah besaran UMP tersebut sudah layak bagi warga Papua Barat. Silakan menilai sendiri setelah menyimak 4 fakta yang Indozone sajikan berikut ini.
1. Harga Bensin Mahal
Harga BBM di Papua Barat, seperti halnya di Papua, Maluku, dan Maluku Utara, rata-rata lebih mahal dibanding harga BBM di provinsi lain di Indonesia.
Dalam daftar harga BBM yang dikeluarkan Presiden Jokowi pada Agustus 2021 lalu sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 69 Tahun 2021 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM), harga BBM di Papua Barat rata-rata lebih mahal Rp200 dibanding harga BBM di daerah lain.
Pertalite diharga Rp 7.850, Pertamax Rp 9.200, Dexlite Rp 9.700, dan Solar Non-Subsidi Rp 9.600.
Itu baru harga di "atas kertas", belum lagi jika menengok fakta di lapangan. Meskipun pemerintah sudah mengeluarkan program 'BBM Satu Harga', kenyataan program tersebut belum menjangkau banyak lokasi di Papua Barat (juga Papua).
Sudah bukan hal baru jika terdengar kabar BBM di Papua dan Papua Barat mahal. Dulu, pada tahun 2015, bahkan pernah sempat tembus di angka Rp150 ribu per liter untuk jenis Pertamax.
Yang teranyar, belum lama ini, BBM jenis Pertalite di Kota Sorong tembus Rp50 ribu per liter di penjual eceran akibat kelangkaan.
2. Harga Air Mineral Bikin Tercekik
Sama seperti harga BBM, kabar tentang harga air mineral di Papua dan Papua Barat mahal juga sudah bukan barang baru. Hampir semua orang sudah tahu atau pernah mendengar kabar tersebut.
Di banyak tempat di Papua dan Papua Barat, harga sebotol air mineral merek Aqua ukuran 600 ml, rata-rata dihargai Rp20 ribu. Sedangkan yang berukuran 1,5 liter, bisa mencapai Rp50 ribu.
Seorang pengguna TikTok @lafryhsn pernah membagikan pengalamannya membeli Aqua di sebuah warung di Papua, yang harganya Rp20 ribu untuk ukuran 600 ml.
Jika dibandingkan dengan harga di luar Papua, seperti di Pulau Sumatera atau Jawa, harga tersebut jelas sangat mahal.
Padahal, besaran UMP Papua Barat sendiri tidak lebih besar dibanding, misalnya, UMP DKI Jakarta yakni Rp4,45 juta.
3. Gas Elpiji Mahal
Sulitnya medan yang harus ditempuh untuk distribusi bahan kebutuhan di Papua dan Papua Barat, adalah faktor utama kenapa bahan-bahan kebutuhan di dua provinsi itu mahal.
Tak cuma bensin dan air mineral, harga gas elpiji juga rata-rata lebih mahal di Papua Barat.
Pada tahun 2016 lalu, misalnya, harga elpiji 12 Kg di Sorong, Papua Barat, sempat mencapai Rp500 ribu per tabung.
Demikian tiga fakta di balik UMP Papua Barat yang ditetapkan Rp3,2 juta untuk tahun 2022. Kiranya pembaca dapat menilai sendiri pantas atau tidaknya besaran UMP tersebut.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: