Seorang ibu bernama Napisah yang merupakan warga Tasikmalaya, Jawa Barat membutuhkan bantuan setelah dirinya terus berjuang selama 4 tahun melawan tumor di mata. Wanita yang akrap disapa Bu Napisah itu mengalami kesulitan melihat dan ekonomi.
Bu Napisah menderita tumor berawal saat dirinya mengalami benjolan kecil di mata sebelah kanannya. Ia kemudian menganggap hal itu sebagai penyakit biasa. Dia juga menggunakan obat tetes mata pada umumnya. Sayangnya, penyakit tersebut terus berkembang dan mengakibatkan kondisinya semakin tidak baik.
Kondisi itu kemudian membuat sang suami, Rohmat menjadi cukup khawatir dan membawa istrinya berobat ke Rumah Sakit Soekardjo, Kec. Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat. Setelah hasil laboratorium keluar, pihak medis menyatakan tidak menemukan kendala di mata Bu Napisah. Pemeriksaan laboratorium kedua pun dijadwalkan untuk memeriksa bagian kepala. Hasil yang diterima cukup menggetarkan hati Pak Rohmat dan Bu Napisah.
Keterangan Dokter
Berdasarkan keterangan unggahan di laman amalsholeh.com, dikutip pada Senin (15/11/2021), medis menyebutkan bahwa Bu Napisah mengidap kelainan di kepalanya yang mengakibatkan dirinya menderita tumor.
“Mengidap kelainan di kepala. Ada benjolan di kepala tepatnya di belakang mata. Benjolan tersebut terus membesar dan mendorong mata kanan ibu Napisah terus keluar,” jelas keterangan dokter dari cerita Ridwan.
Wanita yang berusia 48 tahun itu kemudian mengalami hari-hari yang sulit dengan kinerja dari penglihatannya. Tampak dengan jelas, mata sebelah kanannya semakin buram karena membengkak.
"Setiap hari penglihatan mata sebelah kanan saya semakin buram, semakin kabur, semakin gelap. Muncul benjolan yang semakin membesar. Sekarang mata kiri juga mulai kabur. Saya takut lama-lama nggak bisa lihat sama sekali,” ungkap Bu Napisah.
Perjuangan Suami
Kemudian diketahui kalau Bu Napisah mengidap tumor ganas benjolan di mata sejak 4 tahun yang lalu. Dulunya Ibu Napisah berprofesi sebagai buruh ikat sayuran, buruh tani, mulai dari menanam padi hingga panen. Canda gurau yang kerap mengiringi kesehariannya, kini semua sirna setelah kejadian menyeramkan datang menimpa dirinya.
Suaminya yang bernama Pak Rohmat awalnya mengaku gelisah akan kondisi mata istrinya. Terlihat jelas kian hari matanya semakin membengkak. Karena mengetahui bahwa istrinya telah mengidap tumor, tanpa pikir panjang Pak Rohmat langsung pulang dari rumah sakit dan menawarkan motor ke saudara dan teman-temannya.
Motor sudah terjual. Dari perhitungan Pak Rohmat uang ini tidak akan cukup. Terbesit satu detik saja ia akan menjual tanah milik orang tuanya. Tanah sudah terjual, motor sudah terjual, dan keluarga berangkat ke Bandung.
Sesampainya di Bandung, Ibu Napisah ditindak lewat pemeriksaan LAB dan rontge. Setelah mendapat hasil pihak medis, Ibu disarankan untuk pulang menunggu jadwal periksa selanjutnya. Namun, sampai saat ini keluarga menunggu tidak ada panggilan. Uang sudah ludes, perbekalan ludes, namun tindakan selanjutnya tidak diketahui.
Keadaan Bu Napisah Saat Ini
Kini Ibu Napisah tidak bisa melihat sama sekali, makan harus disuapi, bahkan untuk jalan ke luar atau ke kamar mandi sekalipun ia harus digandeng oleh anaknya.
Kondisi keluarga Ibu Napisah diperparah dengan anak bungsunya yang mengidap penyakit Step. Dimulai 2 tahun yang lalu anak bungsunya sakit dan mengalami panas berat, hingga kejang, membuat tangan dan kakinya keras kaku.
Sementara itu, Pak Rohmat, berprofesi sebagai buruh sugu kayu bangunan. Sesekali ia juga mengambil pekerjaan sebagai buruh bangunan. Penghasilannya per hari pun tak tentu, kadang Rp20 ribu hingga Rp50 ribu, sering juga tidak mendapatkan uang sama sekali dalam sehari. Untuk itu, mari kita bantu Bu Napisah dan Pak Rohmat melewati cobaan hidup ini dengan tautan berikut!
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: