Jika sepantasnya dana bantuan Covid-19 diperuntukan untuk hal-hal yang terdampak dengan pandemi, tapi pria di Georgia, Amerika Serikat ini malah mamakainya untuk membeli kartu Pokemon.
Seperti dilansir dari Complex, Rabu (27/10/2021), pria yang diketahui bernama Vinath Oudomsine ini mengajukan bantuan dana ke Economic Injury Disaster Loans (EIDL) pada Juli 2020. Ia juga mengaku kalau ia menjalankan bisnis berisi 10 karyawan dengan pendapatan kotor tahunan sebesar Rp3,34 miliar.
Diketahui, harga artu Pokemon yang ia beli pakai dana bantuan dana Covid-19 punya harga lebih dari USD57.789, atau sekitar Rp822 juta. Kabarnya, hal ini berawal dari pengajuan bantuan dana yang ia buat untuk bisnisnya Juli 2020 lalu.
Belum diketahui secara pasti kartu Pokemon seperti apa yang Oudomsine beli. Namun, akhir-akhir ini kartu-kartu langka memang lagi populer dan punya harga tinggi di lelang. Seperti pada bulan Maret kemarin, seorang pria Tokyo berumur 28 tahun tertangkap setelah turun dari atap gedung dengan tali untuk masuk ke toko. Tujuannya, untuk mencuri kartu tersebut.
Dua bulan sebelumnya, ada kartu Pokemon Blastoise yang rare dan terjual lewat lelang online seharga USD360.000, atau sekitar Rp5 miliar.
Sebelumnya, kongres AS mengeluarkan Coronavirus Aid, Relief, and Economic Security (CARES) Act untuk memberi bantuan bagi para pelaku usaha yang terdampak pandemi. Dana itu bisa mereka pakai untuk membayar hal-hal seperti modal produksi, sewa tempat, atau gaji karyawan.
Namun, dana sebesar USD85.000 (Rp1,2 miliar) yang ia terima di kantong sebulan seletah pengajuannya sebagian besar malah ‘lari’ ke kartu Pokemon. Akhirnya, Oudimsine juga mendapat tuduhan atas pernyataan palsu mengenai jumlah karyawan dan pendapatan kotor usahanya.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: