Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR Edhie Baskoro atau Ibas memberikan saran agar proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dilakukan audit secara menyeluruh.
Hal itu merespons kabar proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dikabarkan mengalami persoalan membengkaknya biaya proyek alias cost overrun yang bersumber dari Penyertaan Modal Negara (PMN) 2022.
“Sebaiknya dilakukan audit terlebih dahulu. Hal ini penting agar tidak ada penyalahgunaan investasi hingga bengkak,” kata Ibas kepada wartawan, Senin (11/10/2021).
Ibas juga mengingatkan akan pentingnya perhitungan cost dan benefit bagi BUMN. Ia juga berharap agar program ini tidak berakhir lebih dalam pembiayaannya, yang akhirnya bisa menjadi mangkrak.
“Semoga tidak semakin dalam dan mangkrang,” harapnya.
BACA JUGA: Catat! Mulai Oktober, Naik Pesawat & KA Bisa Tanpa Aplikasi PeduliLindungi
Ibas juga mengingatkan pemerintah untuk tidak melupakan proyeksi jangka panjang yang berkesinambungan. Menurut Ibas, ekspansi fiskal memang diperlukan dalam pemulihan ekonomi saat ini. Namun, proyeksi jangka panjang yang berkesinambungan juga harus diperhitungkan.
“Di satu sisi, ekspansi fiskal diperlukan untuk penanggulangan Covid-19. Supaya pemulihan ekonomi dan pelaksanaan jaminan sosial dapat dilakukan secara cepat dan efektif,” bebernya.
“Tapi terkadang apa kita ini harus agresif dengan tidak memperlihatkan beberapa hal lain? Agresif boleh, tapi harus masuk akal. Jangan sampai besar pasak daripada tiang. Ingat, kita perlu kesinambungan fiskal antargenerasi.” tegasnya.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: