Soal ancaman pembunuhan dari organisasi masyarakat (Ormas) saat menjalankan tugas menegakkan hukum sebagai polisi, Kapolda Metro Jaya Irjen Muhammad Fadil Imran mengaku sudah biasa.
"Dari awal kan kita sudah biasa dihadapkan pada persoalan seperti ini. Karena sebagai perwira polisi, model seperti itu sudah bagian dari tugas kita," kata Fadil dalam acara podcas Deddy Corbuzier seperti yang dikutip Indozone, Selasa (7/9/2021).
Soal ancaman pembunuhan yang tersebar malalui pesan berantai melalui aplikasi media sosial, Fadil tidak takut.
"Sangat, sering itu. Bukan takut ya. Fenomena menjadi polisi ya seperti itu. Jika menghadapi perspektif perbuatan melawan hukum, kami hadir sebagai penegak hukum. Masa kami biarkan," kata Fadil.
Dia menjelaskan apa pun resikonya bahkan membahayakan keselamatan diri, polisi harus turun menegakkan aturan.
"Kan sekarang banyak tuh, orang yang mau cari aman dan untuk. Kalau mau bagitu ya gak usah sekalian jadi polisi," katanya.
Begitu juga dengan keselamatan keluarga saat dirinya menghadapi ancaman itu, Fadil menyebut sudah biasa. Anak-anaknya dari kecil sudah tau kalau dia seorang polisi.
"Paling nanya, 'Pa ada seperti ini nih (ancaman pembunuhan)'. Oh iya, doain aja biar bisa sehat selamat," jawabnya.
Sejumlah kasus yang pernah ditangani oleh Fadil diantaranya terkait Nazaruddin hingga chat 'mesum' Habib Rizieq.
Fadil pun tidak ingin jumawa, dia sedikit merendah bahwa memang itu sudah tugasnya sebagai aparat hukum.
"Kebetulan memang saya di situ," katanya.
Namun saat disuruh untuk memilih diam terkait kasus yang dihadapi, Fadil menyatakan kalau lebih baik pulang ke rumah dan tidak menunaikan tugasnya.
"Kalau memilih diam, pulang aja ke rumah. Kan itu bukan soal pilihan sebenarnya, soal tugas," ujar Fadil.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: