Epidemiolog UI Pandu Riono mengatakan bahwa obat cacing ivermectin tidak bermanfaat untuk terapi pengobatan Covid-19. Selain itu, penggunaan ivermectin juga penuh dengan kebohongan.
"Bukan sekedar obat cacing biasa, walaupun tak bermanfaat tetapi kebohongannya meluas kemana-mana di masa pandemi yang belum usai," tulis Pandu Riono melalui akun Twitter @drpriono1 dikutip Indozone, Rabu (1/9/2021).
Bukan sekedar obat cacing biasa, walaupun tak bermanfaat tetapi kebohongannya meluas kemana-mana di masa pandemi yg belum usai. https://t.co/ErulGcJSje
— Juru Wabah ???????? (@drpriono1) September 1, 2021
Pandu Riono melalui cuitan di akun Twitternya memang sangat kritis terhadap penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Salah satu hal yang menjadi sorotannya adalah penggunaan ivermectin untuk terapi pengobatan Covid-19.
Dia kerap meluapkan kekesalannya terhadap pihak-pihak yang masih saja menggunakan ivermectin untuk terapi Covid-19. Bahkan dia menyebut pihak tersebut tidak menggunakan akal sehat dalam menangani pasien Covid-19.
"Apakah masih banyak orang yang nekat atau anjurkan Ivermectin untuk Covid-19? Masih ada yg mau lanjutkan riset ivermectin yg tidak diperlukan? Kalau ya, maka mereka yg nekat tsb bisa digolongkan orang2 yg tidak gunakan akal sehatnya," cuit dia beberapa waktu lalu.
Selain itu, Pandu Riono juga menyebut oknum tenaga kesahatan dan pejabat industri farmasi di Indonesia telah menipu masyarakat terkait penggunaan obat cacing ivermectin.
Sebab, dia merujuk Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) yang telah mengeluarkan peringatan untuk tak lagi menggunakan Ivermectin sebagai obat terapi Covid-19.
"Hanya di Indonesia, ada pejabat industri farmasi bumn dan swasta juga Nakes, orang terkenal lainnya tertipu dan menipu rakyat agar konsumsi obat cacing ivermectin untuk Covid-19," kata dia.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: