Pejabat kepala kementerian pendidikan tinggi Taliban, Abdul Baqi Haqqani, dilaporkan mengatakan bahwa anak perempuan dan laki-laki Afghanistan akan belajar di kelas terpisah di Universitas Afghanistan di bawah pemerintahan Taliban.
"Di bawah sistem baru, anak perempuan akan memiliki hak untuk belajar. Tapi mereka tidak bisa belajar dengan anak laki-laki di ruangan yang sama," katanya menurut sebuah laporan oleh Khaama News, dikutip dari India Today.
Dia juga mengatakan anak perempuan dan laki-laki tidak lagi dapat belajar bersama di universitas dan akan belajar di kelas terpisah sesuai dengan hukum Islam.
Pernyataan ini dibuat Haqqani pada pertemuan dengan staf universitas negeri dan swasta di Afghanistan.
Baca juga: Taliban Naikkan Harga di Bandara Kabul, Botol Air Rp570 Ribu dan Sepiring Nasi Rp1,4 Juta
Persatuan universitas swasta, pada gilirannya, menekankan masalah yang mereka hadapi dan meminta agar masalah tersebut ditangani selama pertemuan dengan penjabat kepala kementerian pendidikan tinggi Taliban.
Dilansir India Today, minggu lalu pejabat Taliban di provinsi Herat Afghanistan memerintahkan universitas negeri dan swasta untuk tidak mengizinkan anak perempuan dan laki-laki belajar di ruang kelas yang sama.
Pejabat Taliban mengatakan bahwa tidak ada pembenaran atau alternatif untuk melanjutkan pendidikan bersama. Ini adalah fatwa pertama Taliban sejak mengambil alih Afghanistan pada 15 Agustus.
Apa yang diinginkan pejabat Taliban membuat dosen di Herat khawatir karena jumlah mahasiswi di perguruan tinggi swasta yang sedikit, mereka tidak mampu membuat ruang kelas khusus untuk perempuan.
Hal ini dapat membuat perempuan kehilangan pendidikan tinggi.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: