Jumat, 27 AGUSTUS 2021 • 07:02 WIB

ISIS-K Siap Curi Kesempatan dari Taliban yang Kembali Berkuasa di Afghanistan

Author

Taliban tengah berlatih menembak di sebuah lokasi di Afghanistan (Reuters)

Kekhawatiran berkembang bahwa pengambilalihan Taliban di Afghanistan dapat menimbulkan ancaman teror baru dan lebih radikal. Cabang regional ISIS pun diduga akan berusaha mengambil keuntungan.

Negara Islam Khorasan, Isis-K adalah afiliasi dari kelompok militan Isis yang lebih luas. Tapi Isis-K adalah musuh Taliban dan keduanya telah bentrok berulang kali.

Isis-K didirikan di Afghanistan timur pada tahun 2015. Awalnya dibentuk dari militan di Taliban Pakistan, tetapi ada pula anggotanya yang bergabung dari Taliban Afghanistan.

Baca Juga: Atlet Paralimpiade Kenang Kehilangan 2 Kaki saat Bertugas di Afghanistan Melawan Taliban

Nama itu singkatan dari 'Negara Islam Khorasan'; Khorasan mengacu pada kawasan Asia Tengah dan Asia Selatan yang mengelilingi Afghanistan.

Berbeda dengan Taliban di Afghanistan, Isis-K telah menyatakan keinginannya untuk melancarkan serangan terhadap kekuatan barat dan PBB. Ada juga kekhawatiran akan mencoba menyerang ibu kota Afghanistan, Kabul.

Menurut Pusat Studi Strategis, Isis-K membual jika anggota mereka bertambah sekitar 800 orang pada Oktober 2018. Pada 2016, ISIS-K memiliki hingga 4.000 anggota militan.

Isis-K telah meluncurkan serangan signifikan di Afghanistan selama beberapa tahun terakhir, yang berpusat di sekitar ibu kota.

Pada 2016, Isis-K melakukan enam serangan di Kabul, meningkat menjadi 18 pada 2017, dan mencapai 24 serangan pada 2018.

Menyusul serangan di Florida dan Paris pada tahun 2016 yang terinspirasi oleh ISIS, kelompok tersebut memberi selamat kepada mereka yang berada di balik serangan tersebut.

Isis-K punya pandangan lebih radikal daripada Taliban, dengan interpretasi yang lebih ketat terhadap aturan Islam.

Taliban mengklaim telah mengeksekusi mantan pemimpin Isis-K, Abu Omar Khorasani, setelah membebaskannya dari penjara bersama dengan teroris lainnya.

Isis-K secara historis merekrut mereka yang telah berpisah dari Taliban, terutama mereka yang percaya aturan kelompok itu terlalu lunak atau menginginkan kemenangan militer yang lebih besar.

Para pemimpin Taliban telah berkomitmen untuk mencegah ISIS mendapatkan keuntungan dari situasi di Afghanistan.

“Kami meyakinkan Anda bahwa kami tidak akan membiarkan ISIS menjadi aktif di negara ini, di daerah-daerah yang berada di bawah kendali kami," ujar juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid.

“Adapun kehadiran teroris dari negara lain, saya menyangkal sepenuhnya. Tidak ada teroris dari Asia Tengah atau China di negara ini. Kami akan mencegah mereka memasuki negara itu.”

Kedua kelompok telah bentrok hal-hal lain seperti perdagangan narkoba, yang digunakan sebagian untuk membiayai militansi. Isis-K percaya bahwa budidaya opium melanggar aturan Islam.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU