Penurunan Berat Badan Kim Jong-Un Bukan Akibat Sakit, Tapi karena Alasan yang Luar Biasa
Perintah terbaru pemimpin Korea Utara Kim Jong-un melarang warga negara itu mendiskusikan berat badan pemimpin negaranya.
Jong-un mengeluarkan perintah tersebut setelah berbagai rumor muncul tentang berat badannya. Pihak berwenang bersikeras Jong-un mengurangi asupan makanan 'demi kepentingan negaranya' karena Korea Utara menghadapi krisis pasokan makanan.
Sumber dalam mengatakan kepada Radio Free Asia (RFA) bahwa perintah tersebut tidak menghentikan warga Korea Utara untuk bergosip tentang berat badan Jong-un. Pemimpin diperkirakan telah kehilangan sebanyak 20 kilogram sejauh ini.
Baca juga: Seorang Ayah yang Ingin Menghadiri Rapat Diprank Anaknya dengan Laptop Mainan
“Penurunan berat badan secara tiba-tiba itu bukan karena masalah kesehatan, melainkan karena dia sama-sama menderita demi negara dan rakyatnya yang meninggal akibat krisis tersebut,” jelas sumber tersebut, dilansir dari Daily Star, Senin (23/8/2021).
Sementara itu, sumber internal lainnya mengatakan kepada RFA bahwa penurunan berat badan terjadi karena sang pemimpin cukup besar dan 'sulit baginya untuk berjalan'.
Korea Utara saat ini menghadapi krisis kekurangan pangan yang agak kritis karena sektor pertanian belum mampu menghasilkan hasil yang memadai setelah badai tahun lalu, dengan Covid-19 memperburuk situasi.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: