Jumat, 06 AGUSTUS 2021 • 17:37 WIB

RS USU Berhasil Selesaikan Tindakan PCI Perdana, dr Rizki: Semoga Menjadi Pembuka Jalan

Author

Cathlab RS USU yang berhasil selesaikan tindakan PCI perdana. (Foto/istimewa)

Pelayanan Laboratorium Kateterisasi Jantung (Cathlab) di Rumah Sakit (RS) Universitas Sumatera Utara yang telah dimulai sejak 9 Juni 2021, berhasil menyelesaikan tindakan Percutaneous Coronary Intervention  (PCI) perdana bagi pasien, Rabu (4/8).  

Laboratorium Kateterisasi Jantung (Cath Lab) adalah fasilitas unggulan yang dimiliki Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara untuk bidang pelayanan diagnostik dan terapi penyakit jantung dan pembuluh darah, yang telah ada sejak awal 2018.

Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RS USU dr Muhammad Rizki Yaznil, M Ked (OG), Sp OG (K), mengungkapkan, sebelumnya Cathlab RS USU telah mengerjakan beberapa prosedur diagnostic lainnya. Sempat terhenti selama beberapa waktu, pelayanan Cathlab telah dimulai Kembali pada awal Juni 2021.

Percutaneus Coronary intervention (PCI) dikenal dengan bahasa awam sebagai pemasangan cincin/ring pembuluh darah koroner jantung (dikenal awam dengan penyakit jantung penyempitan). PCI adalah salah satu opsi pengobatan dalam tatalaksana penyakit jantung koroner yang mutakhir.

"Semoga langkah yang dilakukan oleh RS USU tersebut dapat menjadi pembuka jalan untuk pelayanan Cathlab RS USU yang berkesinambungan, memberikan manfaat bagi pasien, dan untuk mencapai tujuan selanjutnya," ujarnya dr Rizki yang mewakili Direksi RS USU, Jumat, (6/8/2021). 

Tim yang terlibat dalam Tindakan PCI tersebut , ia katakan, adalah dr Yolandi Sumadio, SpJP, dr Cut Aryfa Andra, SpJP, dr Andi Khairul, SpJP dan dr Yasmin Fitria, SpJP.

Kemudian, ia memaparkan, bahwa prosedur kateterisasi jantung adalah prosedur minimal invasif dengan memasukkan selang kecil (kateter) ke dalam pembuluh darah arteri dan atau vena dan menelusurinya hingga ke jantung dan atau organ lain yang dituju dengan bantuan sinar-X dan kontras. 

Pelayanan yang bisa dilakukan, ia jelaskan, ialah Prosedur diagnostic (Angiografi coroner, Angiografi pembuluh darah perifer, Angiografi arteri carotis, Kateterisasi jantung kiri dan kanan, Pericardiosentesis, dll) dan Prosedur intervensi (pengobatan). 

“Dengan telah dapat dilakukannya prosedur PCI (pemasangan cincin) di RS USU, diharapkan dapat membantu dalam pelayanan pasien-pasien jantung yang lebih baik dan sesuai standard nasional bahkan internasional,” pungkas dr Rizky dengan optimis.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU