Masyarakat dihebohkan dengan pernyataan Presiden AS Joe Biden yang mengulas prediksi bahwa Jakarta akan tenggelam dalam 10 tahun ke depan, atau di sekitar tahun 2030an.
Proyeksi Biden ini didasarkan oleh dampak perubahan iklim yang menyebabkan permukaan laut naik, sementara tanah Jakarta turun.
Selain Biden, NASA juga pernah memperingatkan bahwa Jakarta dan pulau reklamasinya terancam tenggelam. Penyebabnya karena air tanah terus dipompa dan air laut meningkat.
Diperkirakan, 40% wilayah Jakarta sekarang berada di bawah permukaan air laut. Selain Jakarta, sebenarnya ada beberapa kota lain di Indonesia yang terancam tenggelam.
Ketua Lembaga Riset Kebencanaan IA-ITB, Heri Andreas mengatakan ada 112 kabupaten/kota di Indonesia yang terancam tenggelam, seperti Pekalongan, Semarang, dan Demak.
"Dalam 10 tahun ke depan jika tidak ada upaya manajemen risiko yang baik, maka prediksi tenggelamnya wilayah-wilayah ini akan lebih pasti dibandingkan Jakarta," jelas Heri yang juga Ketua Laboratorium Geodesi ITB, dikutip Rabu (4/8/2021).
Daerah-daerah yang terancam tenggelam di Indonesia bisa dipantau lewat situs Climate Central. Climate Central merupakan lembaga non-profit independen yang memiliki kepedulian dengan perubahan iklim.
Di situs Climate Central, pengunjung bisa melihat negara dan daerah mana saja yang terancam tenggelam dalam hitungan per dekade atau setiap 10 tahun, dimulai dari 2030.
Kota yang ditandai warna merah artinya berada di permukaan air dan terancam tenggelam. Dengan menggunakan peta perubahan iklim ini, diketahui bahwa Jakarta Utara hingga Barat akan tenggelam 10 tahun lagi.
Mulai dari kawasan Kalideres, Pantai Indah Kapuk, Kota Tua, Monas, Ancol, hingga Bekasi, Tangerang, dan Banten.
Di wilayah Jawa, yang terancam tenggelam adalah seperti Indramayu, Pemalang, Pekalongan, Semarang, Demak, hingga Surabaya.
Begitu pula dengan daerah Bali, Mataram, Nusa Tenggara Barat, dan beberapa wilayah Kalimantan dan Sumatera.
Diberitakan sebelumnya, saat berpidato di Kantor Direktur Intelijen Nasional, Selasa (27/7), Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyinggung bahaya pemanasan global.
Terkait hal tersebut, Ia menyebutkan Jakarta terancam tenggelam dalam 10 tahun ke depan.
Hal ini terkait dengan fenomena perubahan iklim yang jadi salah satu faktor Indonesia berencana memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan.
Awalnya Biden saat berpidato di Pusat Kontra-Terorisme Nasional AS, lalu mengatakan bahwa perubahan iklim jadi ancaman terbesar Departemen Pertahanan AS saat ini.
Biden berujar dampak pemanasan global bisa mencairkan es di kutub dan menaikkan permukaan air laut.
“Jika, pada kenyataannya, permukaan laut naik dua setengah kaki lagi (sekitar 0,7 meter), Anda akan melihat jutaan orang bermigrasi, memperebutkan tanah yang subur,” kata Biden.
Pada pidato tersebut Biden memprediksikan Jakarta yang akan tenggelam dalam 10 tahun ke depan, akibat naiknya permukaan air laut.
“Apa yang terjadi di Indonesia jika perkiraannya benar bahwa, dalam 10 tahun ke depan, mereka mungkin harus memindahkan ibu kotanya karena akan tenggelam?” kata Biden.
"Itu penting. Ini adalah pertanyaan strategis sekaligus pertanyaan lingkungan,” lanjutnya.
Namun, ia tak menjabarkan lebih lanjut dasar analisis proyeksi Jakarta tenggelam tersebut. Terkait hal tersebut, Biden meminta Amerika bekerja sama dengan dunia dalam upaya mencegah dampak perubahan iklim lebih jauh.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: